Diduga narasi provokasi sara benci keturunan Tionghoa (Cina<-red) tengah beredar melalui pesan broadcast di lini media sosial.
Sejumlah Influencer tanah air tengah marak mengajak untuk tidak terprovokasi atau terhasut oleh seruan yang asal muasalanya tidak berdasar itu.
Ada yang menyebut seruan tersebut merupakan perbuatan oknum lama yang ingin negara Indonesia kembali terpecah belah seperti yang sudah terjadi pada tahun 1998.
Selebgram Mamangosa melalui akun instagram pribadinya @mamangosamembeberkan, telah masuk pesan berantai ke akun media sosial pribadinya yang diduga menghasut masyarakat untuk membenci keturunan Cina.
LihatJuga :
“Ini beneran bahaya banget. Udah ada broadcast message yang masuk ke gua, dan kata-katanya itu mengerikan banget, menggiring banget, memprovokasi banget, mengajak banget, untuk kaya kita mulai memandang negatif teman-teman berketurunan Tionghoa alias cina,” beber mamangosa di reels instagramnya baru-baru ini.
“Jangan mudah terpancing, jangan mudah terprovokasi, tetap jaga humanisme kita. Jadilah support sistem kesesama rakyat saling melindungi. Jangan sampai kita mulai dibelok kanan kiriin. Tujuan kita lurus satu, DPR,”imbaunya.
Tidak hanya sampai disana, pun beredar ajakan melakukan aksi demo di depan pelabuhan, bandara, jalur perdagangan utama serta di sejumlah lokasi vital lainnya.
Seruan tersebut muncul di setiap kolom komentar video-video demo beberapa hari belakangan.
Influencer Ikram Rizal di akun pribadinya @ikram_afro turut memberikan himbauan kepada nitizen untuk tidak terhasut melakukan aksi demo di lokasi-lokasi tersebut.
“Buat kalian yang lagi demo jangan sampai kegiring sama opini tersebut (demo di bandara dll>-red), terutama yang disosial media, jangan lakuin itu,” imbau Ikram.
Baginya, aksi demo di bandara maupun lokasi vital lainnya bukanlah substansi demo itu sendiri.
Dimana disana banyak hajat hidup rakyat yang juga bayar pajak sama seperti para pelaku aksi demo.
Pun, dia menukas, jangan sampai masyarakat mau terhasut ajakan menjarah barang-barang milik masyarakat manapun.
“Karena banyak orang-orang di bandara yang urgen. Ingat! yang dirugiin banyak masyarakat, target kita anggota dewan,” ucapnya.
“Ingat bro! jangan sampai kejadian 98 terjadi lagi. Target kita adalah pejabat-pejabat yang korupsi bukan masyarakat,” tandasnya.

