Manokwari – Beragam barang bukti diamankan Tim Gabungan TNI-Polri Operasi Damai Cartenz seiring dengan penangkapan YL alias Tomse. Mulai berbagai jenis senjata dan amunisi hingga lebih dari satu alat komunikasi.

Kepala Satuan Tugas Penegakan Hukum Damai Cartenz Kombespol I Gde Era Adhinata menyatakan, Tomse yang merupakan salah seorang personel kelompok separatis teroris (KST) di bawah pimpinan Egianus Kogoya terlibat dalam sejumlah aksi teror di kawasan Nduga, Papua Pegunungan. ”Seperti pembakaran kamp milik PT Delarosa di Kampung Kenyam, Nduga, pada 2021,” kata Era pada jumpa pers di Kantor Pelayanan Polres Mimika kemarin (10/4).

Tomse ditangkap di Nduga pada Kamis (6/4). Era menyebut Tomse juga terlibat kontak tembak dengan Satgas Yonif Raider 700/Wira Yudha Cakti pada Februari 2021. Selain itu, Tomse terlibat dalam aksi penembakan pesawat SAM Air PK–SMG di Bandara Kenyam, Nduga, tahun lalu.

Bahkan, lanjut Era, Tomse terlibat dalam aksi pembakaran pesawat dan penyanderaan pilot Susi Air di Distrik Paro, Kabupaten Nduga. ”Saat ini tersangka YL masih kooperatif dan sehat. Sementara ini, kami melakukan pengembangan,” paparnya.

Era juga mengungkapkan bahwa Tim Gabungan TNI-Polri Ops Damai Cartenz 2023 berhasil menguasai salah satu markas KST di wilayah Nduga. Dia menambahkan, saat ini kondisi di Kabupaten Nduga masih aman. Namun, aparat gabungan tetap melakukan patroli. ”Diamankannya tersangka YL tentu bisa mengurangi aksi yang akan lebih sporadis dari kelompok pimpinan Egianus Kogoya. Ini merupakan pukulan telak bagi kelompok Egianus,” beber Era.

Artikel Terkait

Leave a Comment