Juru bicara Rakyat Papua Bersatu Ali Kabiay menegaskan, pihaknya mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Gubernur Papua Lukas Enembe. Ali membantah pernyataan sejumlah pihak yang menyatakan rakyat Papua menolak Lukas Enembe diperiksa.
“Tidak benar kalau rakyat di Papua menolak KPK untuk memeriksa Lukas Enembe, yang sebenarnya itu rakyat di Papua mendukung. Kalau pun ada suara-suara penolakan, ya sudah pasti itu dari keluarganya Pak Lukas sendiri,” kata Ali Kabiay, Sabtu (15/10), di Jayapura.
Ali Kabiay juga heran dengan pengukuhan Lukas Enembe sebagai kepala suku besar bangsa Papua. Baginya, status Lukas adalah seorang Gubernur Papua bukan kepala suku besar, sebagaimana yang dinobatkan padanya.
Ia menegaskan, secara topografi, geografis, dan antropologi Papua, Tanah Papua terbagi dalam 7 wilayah adat dengan ragam bahasa yang berbeda-beda, yang tersebar dalam 250-an suku tersebar di wilayah suku adat masing-masing. Sehingga tidak masuk akal kalau Lukas Enembe didaulat menjadi kepala suku besar Papua.
Pihaknya juga mendesak agar pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri segera mencopot Lukas Enembe dari jabatannya sebagai seorang Gubernur Papua, yang tengah tersandung kasus korupsi dan juga tengah sakit-sakitan.

