Jayapura – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia atau KKP RI, Susi Pudjiastuti menangis saat curhat ke tokoh Papua, Pendeta Karel Phil Erari.
Bos Susi Air itu curhat terkait apa yang dialaminya oleh Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB Papua.
Kelompok Kriminal Bersenjata alias KKB Papua pimpinan Egianus Kogoya sebelumnya membakar pesawat Susi Air di Bandar Udara Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan pada 7 Februari 2023.
Tak hanya membakar, faksi ini juga menyandera sang pilot, Philips, yang hingga detik ini tak kunjung dibebaskan KKB Papua.
Dalam upaya pembebasan Philips, KKB sedianya sudah membuka diri untuk melakukan negosiasi.
Akan tetapi, beberapa waktu kemudian, mereka justru menembaki personel TNI dari Satuan Tugas Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan pada 15 April 2023.
Setidaknya, ada empat personel TNI yang gugur.
Mereka adalah Prajurit Satu (Pratu) Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan, dan Prajurit Dua (Prada) Sukra.
Dalam pembicaraan tersebut, Susi mencurahkan kejengkelan dan kemarahannya atas penyanderaan pilot Susi Air Philips Mehrtens oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menjadi berlarut-larut.
Susi Pudjiastuti bahkan tak kuasa menahan tangis saat berdialog dengan pendeta Karel Phil Erari.
“Saya bicara dengan Bapak saya nangis karena saya marah. Tidak adil, kalian tidak adil kepada saya. Saya perempuan sendiri cari makan, untuk menghidupi ratusan ribuan orang, kalian aniaya. Marah saya Pak Phil,” ujar Susi sambil terisak dilansir dari rekaman panggilan telepon yang diterima Kompas.com, Sabtu (6/5/2023).
Rekaman pembicaraan tersebut telah diizinkan oleh Sudi Pudjiastuti untuk ditayangkan sebagai pemberitaan.
Menanggapi cerita Susi, Karel Phil meminta maaf.

