Danantara Indonesia menerapkan reformasi tata kelola perusahaan dengan menjalankan proses seleksi direksi berbasis kompetensi secara penuh, tanpa intervensi politik. Proses ini menjadi bagian dari transformasi menyeluruh yang tengah dijalankan perseroan.
Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa pemilihan jajaran direksi dilakukan melalui asesmen ketat dan wawancara mendalam oleh tim internal, yang berfokus pada kebutuhan strategis perusahaan.
“Pemilihan direksi 100 persen melalui proses asesmen berdasarkan kompetensi. Tidak satu pun ada intervensi. Makanya agak lama proses ini, karena satu per satu kami wawancarai, melihat dasar kebutuhannya apa,” ujar Dony dalam diskusi bersama pimpinan media, Senin (28/7/2025).
Ia mencontohkan kasus PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang mengalami penurunan kinerja akibat model bisnis yang kurang tepat. Menurutnya, hal itu menunjukkan pentingnya penempatan pimpinan berdasarkan kapasitas dan orientasi penjualan.
“Orang yang ditempatkan harus berbasiskan kepada kemampuan sales yang kuat, sehingga kami merekrut CEO dari Coca-Cola yang memang berasal dari Asia Tenggara,” ujarnya.
Sebagai informasi, pada Mei lalu, Dony merekrut Dicky Saelan, mantan Presiden Direktur PT Coca-Cola Indonesia, untuk menjabat sebagai Direktur Sales dan Marketing di Semen Indonesia.
Transformasi tata kelola ini juga dibarengi dengan perubahan budaya kerja. Dony menyebut perubahan tersebut sebagai culture shock yang diperlukan untuk mendorong kinerja dan daya saing perusahaan secara berkelanjutan.

