Setahun sudah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berjalan. Selama periode itu, publik menilai ada banyak kemajuan, terutama di bidang hubungan internasional dan sosial budaya. Namun, satu catatan merah masih membayangi: ekonomi nasional.
Hal ini terungkap dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Peneliti LSI, Adjie Alfaraby, menyebut dari enam bidang yang dievaluasi, hanya ekonomi yang dinilai kurang baik.
“Setahun pemerintahan Prabowo adalah masa pengujian janji kampanye,” ujar Adjie di Jakarta, Kamis (23/10/2025).
Bidang hubungan internasional mencatat skor tertinggi, 63,5 poin, disusul sosial budaya (61 poin) dan keamanan nasional (48,5 poin). Sementara politik nasional dan hukum nasional mendapat nilai tipis, masing-masing 9,4 dan 8,3 poin.
Sebaliknya, ekonomi justru terperosok dengan skor minus 13,8 poin. Menurut Adjie, persoalan lapangan kerja dan daya beli menjadi dua hal yang paling dirasakan masyarakat.
“Banyak yang merasa mencari kerja makin sulit dan harga kebutuhan pokok terus naik,” ujarnya.
Survei dilakukan 10–19 Oktober 2025 terhadap 1.200 responden di seluruh Indonesia, dengan margin of error sekitar 2,9 persen.

