Seruan Pengibaran Bendera One Piece Dianggap Upaya Memecah Belah Bangsa

by Isabella Citra Maheswari

Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal mendukung penuh ajakan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad untuk senantiasa waspada terhadap segala upaya yang dapat memecah belah bangsa.

Hal ini disampaikan Rizki menyusul maraknya isu pengibaran bendera One Piece di sejumlah daerah menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

“Saya kira apa yang diutarakan Pak Dasco sebagai pimpinan DPR RI sangat tepat. Anak muda kita tidak boleh terjebak dalam upaya apapun yang berpotensi memecah belah bangsa,” ujar Rizki dalam keterangannya, Jumat (1/8) malam.

Politikus Partai Golkar ini mengaku prihatin dengan fenomena pemasangan bendera bergambar simbol bajak laut One Piece (Jolly Roger) di ruang publik maupun lingkungan pemukiman warga. Menurutnya, hal ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap persatuan bangsa.

“Kita perlu melihat fenomena ini dengan cermat. Jangan sampai ekspresi budaya populer justru dimanfaatkan atau berkembang menjadi simbol perlawanan yang berpotensi memecah belah bangsa, apalagi di tengah momen kebangsaan menjelang HUT RI ke-80,” tegasnya.

Rizki memahami bahwa generasi muda saat ini sangat akrab dengan budaya pop global, termasuk anime dan manga. Namun, ia mengingatkan agar ekspresi budaya tidak sampai mengaburkan nilai-nilai kebangsaan.

“Ketika simbol asing dipasang layaknya bendera nasional di ruang-ruang publik, ini sudah memasuki wilayah sensitif. Kita tidak boleh abai terhadap dampak psikososialnya,” jelas Legislator Dapil Kepulauan Riau (Kepri) tersebut.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI yang membidangi hukum, keamanan, dan HAM, Rizki juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengambil langkah proporsional namun tetap waspada. Ia menilai pendekatan edukatif harus diutamakan, tanpa mengabaikan potensi penyusupan narasi provokatif melalui simbol-simbol budaya.

“Kami di Komisi III akan terus mengawal agar ruang ekspresi tetap sehat dan bebas, tetapi tetap dalam koridor cinta tanah air serta tidak menyulut sentimen yang mengarah pada disintegrasi,” kata Rizki.

Aktivis 98 ini juga mengimbau seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh pemuda dan komunitas digital, untuk lebih bijak dalam memilih simbol yang ditampilkan di ruang publik, terutama menjelang perayaan nasional.

“Mari kita rayakan HUT RI dengan semangat persatuan melalui simbol-simbol yang memperkuat identitas bangsa, bukan justru yang membingungkan makna kebangsaan kita,” pungkas Rizki Faisal.

Artikel Terkait

Leave a Comment