Sekolah Rakyat Terintegrasi 24 Samarinda tidak hanya disiapkan sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga diharapkan menjadi model atau pengentasan kemiskinan terpadu di Indonesia. Gagasan ini disampaikan Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial, Suratna, dalam pertemuan koordinasi di Kantor BPKAD Samarinda, Senin (11/8/2025).
Menurut Suratna, konsep yang diusung menyasar dua tujuan utama. Pertama, memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan berkualitas setara sekolah unggulan. Kedua, memberdayakan para orang tua siswa melalui berbagai program pendukung, seperti akses ke koperasi, serta kegiatan ekonomi produktif yang berkelanjutan.
“Kami akan melaksanakan arahan Bapak Menteri Sosial untuk menjadikan Sekolah Rakyat sebagai miniatur pengentasan kemiskinan, bukan hanya tempat belajar anak, tetapi juga pusat pemberdayaan keluarga,” ujar Suratna. Ia menambahkan, pelaksanaan program ini melibatkan kolaborasi lintas kementerian, sehingga dukungan yang diberikan bersifat menyeluruh, dari aspek pendidikan hingga kesejahteraan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan bahwa dukungan pemerintah untuk siswa di Sekolah Rakyat jauh melampaui pembiayaan sekolah reguler. “Kalau di sekolah biasa, anggaran per siswa sekitar Rp1,7 juta per tahun. Di Sekolah Rakyat, nilainya mencapai Rp48 juta per anak,” katanya. Anggaran besar tersebut mencakup biaya asrama, makan, layanan kesehatan, perlengkapan sekolah, serta pendampingan penuh dari guru dan wali asrama.
Selain dukungan pemerintah, pihak sekolah dan pemerintah daerah membuka peluang bagi dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk memenuhi kebutuhan tambahan siswa yang belum tercakup anggaran pusat. “Kalau sepatu atau seragam belum ada, pihak yang mau membantu kami persilakan,” kata Asli.
Kemensos menargetkan model terpadu ini bisa direplikasi di berbagai daerah, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Samarinda, tetapi juga menjadi solusi nyata pengentasan kemiskinan di tingkat nasional.

