Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, menegaskan pentingnya kehadiran Sekolah Rakyat sebagai solusi konkret dalam memutus mata rantai kemiskinan. Hal ini disampaikannya usai meninjau Sekolah Rakyat di Sentra Pangudi Luhur, Bekasi, Jumat (11/7/2025).
“Kami melihat langsung fasilitas yang sangat memadai iPad, komputer, laboratorium, lapangan, hingga asrama. Ini patut diapresiasi,” ujar politisi Fraksi Gerindra itu.
Meski memuji fasilitas, Wachid menyoroti perlunya perbaikan proses seleksi siswa, khususnya untuk memastikan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem tidak terlewat.
“Kalau ada anak miskin tidak lolos seleksi, lalu bagaimana solusinya? Selain itu, perhatian juga harus diberikan kepada orang tua, agar program ini berdampak jangka panjang,” tegasnya.
Ia menyebut program ini sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 34, dan merupakan wujud komitmen Presiden Prabowo dalam menyiapkan generasi emas 2045. Komisi VIII, lanjutnya, telah mendorong penambahan anggaran untuk memperluas cakupan program ini di 2026.
Namun demikian, tantangan utama adalah ketersediaan lahan. Wachid meminta kepala daerah aktif membantu penyediaan lahan demi percepatan pembangunan Sekolah Rakyat.
“Pak Prabowo sudah mencanangkan setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu Sekolah Rakyat. Karena itu, kami minta dukungan penuh dari bupati, wali kota, dan gubernur,” tutupnya.

