Sekolah Rakyat Diproyeksikan Atasi Deprivasi Anak, Mensos Paparkan Model Intervensi Menyeluruh

by Isabella Citra Maheswari

Sekolah Rakyat diproyeksikan menjadi model intervensi menyeluruh untuk menangani deprivasi multidimensi pada anak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan hal ini dalam acara peluncuran hasil kajian deprivasi anak di Kantor PPN/Bappenas, Jakarta, 18 November 2025.

Dalam pemaparannya, Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai ekosistem pemulihan yang menggabungkan aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi keluarga.

“Sekolah Rakyat adalah lingkungan hidup yang disiapkan untuk menyembuhkan deprivasi multidimensi,” katanya.

Intervensi dilakukan melalui pemenuhan gizi, layanan kesehatan, pengasuhan 24 jam, sanitasi, akses air bersih, serta ruang bebas kekerasan. Di bidang pendidikan, disediakan pendampingan literasi, fasilitas digital, hingga kurikulum karakter dan kepemimpinan.

Sekolah Rakyat juga menyasar pemberdayaan keluarga. Orang tua mendapatkan dukungan melalui bantuan sosial, peningkatan kelayakan tempat tinggal, akses JKN, serta program ekonomi produktif. Model ini diposisikan sebagai miniatur pengentasan kemiskinan terpadu.

Selain itu, disiapkan jalur hilirisasi bagi lulusan agar tidak kembali ke lingkaran kemiskinan. Fasilitas untuk kuliah maupun bekerja menjadi bagian dari strategi keberlanjutan program.

Acara ini dihadiri Bappenas, Kementerian PPPA, BPS, dan UNICEF. Menurut Gus Ipul, kajian deprivasi anak memberikan peta jalan penting untuk memperkuat kebijakan perlindungan anak ke depan.

Artikel Terkait

Leave a Comment