Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PKP) menegaskan Program Tiga Juta Rumah sebagai strategi pemerataan akses hunian layak bagi masyarakat berpendapatan rendah. Penjelasan tersebut disampaikan Direktur Penyiapan Lahan dan PSU, Indra Gunawan, pada Jumat (21/11/2025). Ia menegaskan program ini disusun untuk memperbaiki kualitas hidup keluarga rentan dan menurunkan angka kemiskinan melalui penyediaan rumah terjangkau.
Indra menjelaskan Indonesia memiliki lebih dari 93 juta keluarga berdasarkan pemetaan kementerian, dengan sebagian besar berada dalam kategori rentan. Data terbaru menunjukkan 2,85 juta orang termasuk miskin ekstrem, 24,6 juta berada dalam kategori miskin, dan 68,5 juta tergolong rentan. Kondisi tersebut menuntut kebijakan perumahan yang terarah dan berbasis kebutuhan wilayah.
Backlog perumahan juga masih menjadi tantangan utama. Dari total 36,7 juta keluarga yang tercatat dalam backlog, sekitar 20,9 juta tinggal di rumah tidak layak huni, 6 juta mengalami backlog gabungan, dan 9,8 juta belum memiliki rumah sama sekali. Pemerintah memetakan backlog ini ke dalam tiga kawasan strategis: perdesaan, pesisir/permukiman kumuh, dan perkotaan.
Untuk wilayah perdesaan, pemerintah menggerakkan program BSPS, dengan target pembangunan dua juta rumah melalui skema peningkatan kualitas maupun pembangunan baru. Pada wilayah pesisir, pemerintah menyiapkan relokasi dan pembangunan rumah sewa sosial di 1.200 lokasi prioritas dengan dukungan APBN dan KPBU. Kebutuhan anggaran pada kawasan tersebut mencapai sekitar Rp26 triliun.
Adapun untuk kawasan perkotaan, pendekatan hunian vertikal menjadi prioritas. Sebanyak satu juta unit direncanakan melalui investasi swasta dengan harga sekitar Rp240 juta per unit. Perumnas dan Danantara ditunjuk sebagai offtaker guna memastikan distribusi hunian bagi masyarakat perkotaan.
Menurut Indra, keseluruhan program membutuhkan investasi sekitar Rp310 triliun yang bersumber dari APBN, KPBU, dan investasi swasta. Ia menegaskan program ini memberi dampak langsung pada pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi kontribusi delapan persen dari aktivitas konstruksi serta penciptaan 250 ribu lapangan kerja per tahun.
Indra menutup bahwa Program Tiga Juta Rumah bukan hanya pembangunan fisik, tetapi proyek kemanusiaan jangka panjang untuk memastikan setiap keluarga memperoleh hunian layak.

