Produksi Jagung Melimpah, Pemerintah Optimistis Capai Swasembada

by Isabella Citra Maheswari

Produksi jagung Indonesia kembali mencetak capaian positif. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan bahwa produksi jagung nasional saat ini dalam kondisi surplus, bahkan berpotensi menjadi modal penting bagi ekspor berkelanjutan dan ketahanan pangan nasional.

“Jagung Indonesia kuat. Produksinya lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ujar Amran dalam pernyataan resminya, Jumat (18/7). Ia menyebut capaian ini merupakan hasil sinergi dan kerja keras petani, penyuluh, serta pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen sepanjang Januari hingga Juni 2025 mencapai 8,07 juta ton. Angka ini tumbuh 12,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatat 7,15 juta ton.

Sistem Terintegrasi

Menurut Mentan Amran, pendekatan terintegrasi dalam sistem pertanian nasional menjadi kunci keberhasilan. “Kami menjaga produksi tetap stabil dengan efisiensi tinggi, dan sekaligus memberi nilai tambah bagi petani,” ucapnya.

Mentan juga menekankan pentingnya menjadikan surplus ini sebagai landasan kuat menuju swasembada dan ekspor jagung secara konsisten. Indonesia, kata dia, tidak hanya akan mandiri dalam pangan, tetapi juga mampu bersaing di pasar global.

“Petani kita luar biasa. Dengan sinergi pusat dan daerah, kami yakin Indonesia bisa menjadi eksportir jagung yang tangguh,” katanya dengan optimisme tinggi.

Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga kesinambungan produksi dan menjadikan momentum ini sebagai langkah strategis memperkuat kesejahteraan petani di seluruh Tanah Air. “Data dan fakta sudah sangat jelas. Tinggal kita kawal agar terus berkelanjutan,” tutup Amran.

Artikel Terkait

Leave a Comment