Presiden Prabowo Optimistis Desa Terpencil Teraliri Listrik

by Isabella Citra Maheswari

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan proyek besar pembangkit listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) di 15 provinsi, dengan total investasi yang mencapai Rp 25 triliun. Menurut Prabowo, proyek ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

“Peresmian pengoperasian EBT di 15 provinsi dan peningkatan lifting minyak 30 ribu barel di blok Cepu adalah momentum yang sangat penting sebagai bangsa, dengan program-program ini, proyek-proyek ini, untungnya masih banyak proyek yang besar lagi yang harus kita laksanakan dan akan dilaksanakan, ini adalah upaya untuk membuat bangsa kita swasembada energi,” jelas Prabowo melalui sambutan daring dalam acara yang digelar di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur, Kamis (26/06/2025).

Presiden Prabowo menyampaikan optimisme bahwa proyek-proyek EBT ini akan membuka akses energi bagi seluruh wilayah Indonesia, termasuk desa, kecamatan, kabupaten, hingga pulau-pulau terpencil. Ia meyakini bahwa melalui pemanfaatan energi surya, masyarakat di seluruh penjuru negeri bisa menikmati kemandirian energi.

“Nanti EBT dari tenaga surya, dengan energi tenaga surya setiap desa bisa swasembada energi, setiap kecamatan, kabupaten, pulau terpencil akan punya energi, bisa swasembada, desa terpencil juga bisa punya akses terhadap energi itu buat kita optimistis. Dengan adanya dukungan dari unsur pemerintah, swasta, mitra asing, untuk lanjutkan swasembada energi, terutama EBT, kita akan jadi negara di dunia yang mungkin yang bisa menuju zero carbon emissions tepat pada waktu yang direncanakan,” paparnya.

Ia juga menekankan pentingnya efisiensi dalam tata kelola sumber daya, serta menyerukan kepada seluruh pejabat dan petugas BUMN untuk mengedepankan integritas dan transparansi demi meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Saya ingatkan seluruh pejabat petugas BUMN-BUMN untuk mulai dan meneruskan cara bekerja yang efisien, memberi layanan dengan manajemen yang terbaik, manajemen transparan, manajemen yang bersih, berilah yang terbaik untuk rakyat Indonesia, berilah suatu sumber daya yang sebaik-baiknya seefisien-efisiennya, kita harus terus memerangi manipulasi, boros, menghentikan kebocoran dgn demikian ekonomi meningkat dengan baik, kesejahteraan meningkat, jadi negara yang kita ciptakan modern negara yang maju negara yang sejahtera yang semua menerima kesejahteraan, ini hari yang sangat besar artinya menuju kemakmuran dan keadilan,” paparnya.

Dalam pernyataan resminya, Prabowo menandai acara tersebut sebagai langkah besar menuju cita-cita swasembada energi.

“Pada siang hari ini 2025 saya Prabowo Subianto Presiden RI meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan minyak 30 ribu barel Blok Cepu, serta peletakan pembangkit panas bumi di Indonesia,” tandasnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melaporkan bahwa total kapasitas EBT yang diresmikan hari ini mencapai 379,7 Mega Watt (MW), tersebar di berbagai provinsi. Acara peresmian dipusatkan di PLTP Ijen yang dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal.

Data Kementerian ESDM menunjukkan, 351,9 MW dari total tersebut berasal dari proyek PLTP dengan nilai investasi Rp 23,49 triliun. Selain itu, terdapat 47 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 27,8 MW yang tersebar di 11 provinsi dan ditujukan untuk menjangkau desa-desa yang belum mendapatkan akses listrik.

Artikel Terkait

Leave a Comment