Prabowo dan Putin Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia di Moskow

by Isabella Citra Maheswari

Pemerintah Rusia mengonfirmasi bahwa Presiden Vladimir Putin akan menggelar pembicaraan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu, 10 Desember 2025, di Moskow. Pertemuan ini berlangsung dalam rangka kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Rusia.

Menurut pernyataan resmi yang dirilis melalui situs Kremlin.ru, pembicaraan akan berfokus pada pengembangan lebih lanjut kemitraan strategis antara Rusia dan Indonesia, serta membahas sejumlah isu internasional dan regional yang tengah berkembang.

Kunjungan tersebut dilakukan di tengah upaya kedua negara memperdalam relasi bilateral, terutama pada sektor perdagangan, pertahanan, dan energi. Data Kementerian Luar Negeri Indonesia mencatat bahwa Rusia telah menjadi mitra penting dalam kerja sama teknologi pertahanan, termasuk pengadaan alat utama sistem senjata dan program pelatihan militer.

Di bidang ekonomi, nilai perdagangan kedua negara sempat menunjukkan peningkatan signifikan sebelum pandemi. Baik Indonesia maupun Rusia menyatakan komitmen untuk memulihkan dan meningkatkan kembali volume perdagangan pada tahun-tahun mendatang.

Selain isu bilateral, pertemuan kedua pemimpin diperkirakan turut menyinggung dinamika geopolitik di kawasan Asia-Pasifik. Situasi global terkait rantai pasok energi, pangan, serta stabilitas keamanan kawasan disebut menjadi bagian dari agenda dialog.

Lembaga penelitian internasional seperti Carnegie Russia Eurasia Center dan CSIS melaporkan bahwa Rusia dalam beberapa tahun terakhir berupaya memperluas hubungan dengan negara-negara Asia, termasuk Indonesia, sebagai strategi diversifikasi kebijakan luar negeri.

Bagi Indonesia, kunjungan ini menjadi bagian dari agenda diplomatik Presiden Prabowo dalam memperkuat jaringan kemitraan strategis dengan berbagai negara besar. Sejumlah pengamat hubungan internasional menilai bahwa langkah ini selaras dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, yang mengedepankan komunikasi dengan semua pihak guna menghadapi tantangan global seperti konflik, keamanan maritim, dan ketahanan energi.

Artikel Terkait

Leave a Comment