Menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2025–2026, PT PLN (Persero) menyiapkan pasokan listrik sebesar 53,9 GW. Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menikmati perayaan Nataru tanpa gangguan listrik.
Dalam Rakor Pusat dan Daerah di Kemendagri, Jakarta, Suroso menyampaikan bahwa beban puncak Natal diproyeksikan mencapai 46,8 GW. Dengan demikian, tersedia cadangan 7 GW atau setara 15 persen, yang dianggap aman.
PLN menegaskan stok energi primer juga berada pada posisi ideal. Batu bara dipastikan mencukupi untuk 21 hari operasi, gas 22 hari, dan energi primer lainnya lebih dari 10 hari.
Untuk pengamanan, PLN menyiagakan 69 ribu personel, 3.392 posko siaga, 4.514 SPKLU, serta 1.917 mobile genset yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Selain itu, terdapat 737 UPS, 1.338 gardu bergerak, dan ribuan kendaraan operasional untuk mendukung mobilitas petugas.
PLN menyatakan seluruh persiapan ini dijalankan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem, kepadatan mobilitas masyarakat, hingga potensi gangguan teknis saat liburan.

