Dorongan pemerintah mempercepat transisi energi menuju sistem yang lebih hijau kini berjalan seiring dengan komitmen menjaga swasembada energi nasional.
Direktur Manajemen Proyek dan Energi Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menilai kebijakan nasional harus memiliki keseimbangan antara ambisi keberlanjutan dan kebutuhan kemandirian energi. “Transisi energi tidak boleh melupakan swasembada. Itu pesan penting dari Presiden,” katanya.
Pernyataan Suroso menegaskan arah baru strategi energi Indonesia: tidak hanya mengejar target nol emisi, tetapi juga memastikan pasokan yang stabil dan terjangkau. Ia menekankan bahwa keamanan pasokan energi (energy security) adalah fondasi dari setiap langkah menuju energi bersih.
Dalam konteks itu, sinergi antara pemerintah dan sektor usaha menjadi kunci. BUMN energi Perusahaan Gas Negara (PGN) berperan penting sebagai penyedia energi yang relatif lebih bersih dan stabil.
Direktur Utama PGN, Arief Kurnia Risdianto, menyampaikan bahwa PGN terus memperluas jaringan gas bumi ke berbagai daerah. Hingga kini, program jaringan gas rumah tangga telah menjangkau lebih dari 814 ribu pelanggan. “Kami ingin manfaat gas bumi dirasakan lebih luas dan berkelanjutan,” ujarnya.
Gas bumi dinilai sebagai solusi transisi yang realistis karena menghasilkan emisi CO₂ lebih rendah dibandingkan batu bara maupun minyak bumi. Data lembaga energi internasional menunjukkan emisi gas alam sekitar 50 persen lebih rendah dibanding batu bara per unit energi.
PGN menegaskan fokusnya bukan hanya pada pasokan, tetapi juga pembangunan infrastruktur energi yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional sekaligus mendukung target keberlanjutan jangka panjang.

