
Oleh :
Steve Rick Elson Mara, S.H., M.Han
(Mahasiswa S3 Perdamaian)
- Pendahuluan
Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang memiliki peran strategis dalam memberikan resolusi perdamaian bagi negara-negara yang berkonflik. Peran indonesia ini didasari pada pembukaan undang-undang dasar Indonesia yang mengisyaratkan Indonesia untuk tutut terlibat aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.
Sejalan dengan itu, Presiden Indonesia maupun kementerian luar negeri Indonesia aktif menyuarakan perdamaian Indonesia seperti menawarkan two-state solution dalam penyelesaian konflik di jalur Gaza Palestina. Fokus Indonesia untuk menciptakan perdamaian ini juga ditandai dengan bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) yang dimotori oleh Amerika Serikat pada Januari 2026 lalu.
Selain itu, Indonesia menjadi negara yang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga hak asasi dari setiap manusia dunia, ini merupakan implementasi dari peran Indonesia yang saat ini memimpin dewan HAM PBB.
Lebih lanjut, secara geografi Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki letak sangat strategis dan presisi karena berada diantara dua benua yaitu Benua Asia dan Australia, serta berada diantara dua samudera yaitu Hindia dan Pasifik. Posisi Indonesia menjadi jalur persilangan perdagangan internasional baik diudara maupun di laut, sehingga dapat disebutkan posisi Indonesia memiliki efek terhadap perputaran ekonomi global.
Negara yang terdiri dari 17.380 pulau dan 287 juta penduduk ini memiliki potensi sumber daya alam yang besar dari potensi pertanian, pertambangan, hingga sumber daya lainnya yang bisa dimanfaatkan seperti air, hutan, udara, laut, serta tanah dan kandungannya.
Namun, dengan adanya potensi dan posisi strategis yang dimiliki oleh Indonesia tentunya juga meningkatkan ancaman bagi Indonesia. Melihat perkembangan dinamika geopolitik global hari ini, Indonesia perlu untuk mengantisipasi ancaman nyata seperti terbukanya konflik horizontal antara masyarakat, maupun konflik vertikal yang bisa terjadi antara masyarakat dan pemerintah, atau terbukanya Konflik Bersenjata Internasional/ Internasional Armed Conflict (IAC).
Mengantisipasi konflik tersebut, terutama konflik bersenjata internasional yang saat ini sedang terjadi antara Amerika-Israel VS IRAN maka perlu dibuat sebuah perencanaan CEWERS untuk mengantisipasi terjadinya konflik yang merugikan Indonesia.
- Pembahasan
- Teori CEWERS
Model analisis yang dilakukan didalam CEWERS dimulai dengan mengetahui 5W1H yaitu When, Where, What, Who, Why, dan How. Hal ini dilakukan untuk menganalisis sebuah konflik secara mendalam agar mendapatkan jawaban bahwa perlu ada sebuah peringatan dini terhadap potensi konflik yang diprediksi akan terjadi. Selain itu, dilihat juga SAT atau Struktur, Akselerator, serta Triger.
Selanjutnya, akan dilihat orientasi para tokoh struktural, serta bagaimana cara untuk mengantisipasi ancaman dan memberikan peringatan dini kepada pemerintah sebagai bentuk rencana antisipasi jiwa sewaktu-waktu terjadi atau untuk membangun pertahanan ideal.
- Perencanaan CEWERS, Antisipasi Dinamika Geopolitik Global.
Meningkatnya tensi konflik bersenjata antar negara yang terjadi didunia, seperti yang terjadi baru saja dimulai diakhir bulan februari tahun 2026 antara Amerika-Israel vs IRAN membuat semua negara perlu untuk mengantisipasi ancaman sekecil apapun yang datang. Indonesia menjadi salah satu negara yang perlu memperhatikan setiap konflik yang terjadi, karena posisi Indonesia yang strategis, sumber daya alam, dan jumlah penduduk banyak yang tersebar dari sabang sampai Merauke.
Diplomasi tingkat tinggi telah dilakukan Presiden Prabowo dan jajarannya melalui kementerian luar negeri untuk menjaga Indonesia tetap menjadi negara yang damai dan memposisikan Indonesia tetap sebagai negara non-alignment atau negara yang tidak bergabung dalam resim militer manapun.
Namun yang harus diantisipasi saat ini adalah collateral damage atau dampak ikutan dari diplomasi yang dilakukan dengan negara yang berkonflik dan atau negara yang terikat dalam sebuah konflik bersenjata serta pola tindak yang diambil dalam intervensi militer.
Untuk itu, antisipasi dan peringatan dini untuk mengahadapi dinamika geopolitik global perlu dibangun, dan kesadaran ini bukan hanya diberikan kepada pemerintah tetapi juga kepada masyarakat agar memahami dengan seksama apa yang sedang dihadapi oleh negaranya.
- Situasi Terkini
Peningkatan Geopolitik global saat ini tengah menjadi perhatian seluruh mata didunia, serangan operasi Lion’s Roar yang dilakukan oleh Amerika dan Israel ke Iran yang menyerang tiga kota yaitu Teheran, Isfahaz dan Tabris telah menewaskan pemimpin besar Iran yaitu Ayatollah Ali Khamenai, beberapa dampak seperti kerusakan infratsuktur perumahan, listik dan internet putus serta fasilitas sekolah dan korban jiwa masyarakat sipil juga ada.
Sedangkan serangan balasan yang dilakukan oleh Iran pada awal maret 2026 ke beberapa pangkalan militer Amerika di wilayah Arab telah menggugurkan beberapa tantara Amerika dan ada juga kerugiaan fasilitas infratuktur militer, selain itu Iran juga melakukan serangan rudal udara ke ibu kota Tel Aviv, Israel.
Amerika mengklaim bahwa serangan kepada Iran akan terus dilakukan dan diprediski akan berlangsung selama 2 minggu hingga 4 minggu kedepan, dan Amerika juga meminta Iran untuk segera melepas senjata dan menyerah. Tidak menyerah, militer Iran justru merespon dengan menyatakan akan mengirim senjata yang tidak akan pernah dilupakan oleh Amerika dan Israel.
Merespon konflik bersenjata internasional tersebut, beberapa negara bereaksi tegas seperti China yang mengecam serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel, Korea utara juga ikut mengecam keras Amerika dan Israel karena dianggap melewati kedaulatan negara lain. Selain itu, Arab Saudi tidak mengizinkan wilayah udaranya digunakan oleh Amerika dan Israel untuk menyerag Iran dan Rusia yang awalnya mengecam tindakan Amerika-Israel juga menawarkan untuk menjadi juru damai konflik tersebut.
Diwaktu yang bersamaan, Jepang dan Australia secara tegas mendukung serangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel kepada Iran, sedangkan inggris tidak hanya mendukung tetapi menyediakan fasilitas bandar untuk digunakan oleh Amerika untuk menyerang Iran.
Sementara itu, Indonesia sebagai negara non-aligmen yang tidak tergabung dalam faksi militer manapun dan negara yang memimpin dewan HAM saat ini ikut menawarkan siap menjadi juru damai antar Amerika-Israel dan Iran.
Profil indonesia sebagai negara besar dikawasan indo-pasifik sendiri terdapat beberapa kekuatan pertahanan besar seperti kekuatan China, Amerika Serikat, dan juga Rusia. Dengan keberadaan basis-basis militer Amerika Serikat diwilayah Pasifik dan Hindia,
Diwilayah timur Indonesia, hubungan diplomatik antara pemerintah Papua New Guinea (PNG) dan Israel telah dibangun dengan mesra, hubungan diplomatik yang didukung oleh gereja pro-Israel di PNG ini menghasilkan beberapa kerjasama awal seperti Investasi Israel ke PNG dalam bidang Teknologi Pertanian. Serta, PNG juga telah mendeklarasikan negaranya sebagai negara Kristen.
Negara yang berbatasan langsung dengan Papua Indonesia ini menjadi salah satu daerah juga yang memiliki Pakta Keamanan dengan Amerika Serikat yaitu Akses Tanpa Hambatan Militer Amerika ke enam Pelabuhan dan Bandara Utama termasuk Pangkalan Angkatan Laut Lombrum dan fasilitas militer di Port Moresby. Dengan tujuan utama dari kesepakatan pakta keamanan tersebut adalah Amerika Serikat dimungkinkan untuk menghadirkan militernya diwilayah Indo-Pasifik.
Negara Pasifik lainnya yang juga telah membangun hubungan diplomatik kuat dengan Israel adalah Fiji. Pada tahun 2025 lalu Fiji telah membuka kedutaan di Yerusalem dan Israel direncanakan akan membuka kedutaan besar di Fiji tahun 2026 ini. Posisi ini memperkuat kedudukan Israel dan tentunya Amerika sebagai negara sekutu di Pasifik.
Kerjasama militer yang kuat juga dilakukan antara Amerika Serikat dan Australia dengan hadirnya pangkalan militer Amerika di Australia seperti Pangkalan Komunikasi Angkatan laut Harold E Hold di Exmouth Australia Barat, dan Pine Gap di Alice Springs di wilayah Utara serta ada juga pangakalan Marinir Amerika Serikat di Robertson Barracks dan Pangkalan RAAF Darwin.
Dikawasan Asia, hubungan Amerika Serikat dengan Jepang dan Korea Selatan melalui strategi forward deployment juga telah memperkuat hubungan keamanan. Seperti yang disebutkan dalam tempo.com bahwa Amerika Serikat mengoperasikan beberapa pangkalan utama seperti Kadena Air Base di Okinawa yang merupakan angakatan udara terbesar Amerika Serikat Amerika di Asia. Serta untuk pangkalan laut Amerika Serikat adalah Yokosuka Naval Base. Selain itu ada juga Yokota Air Base, Misawa Air Base, dan Marine Corps Air Station Futunenma.
Sementara di Korea Selatan, Amerika juga memiliki camp Humphreys di Pyeongtaek yang merupakan pangkalan militer AS terbesar diluar negeri. Ada juga Osan Air Base, Kunsan Air Base, dan fasilitas pendukung di Yongsan Garrison.
Amerika juga memiliki kekuatan pertahanan di Filipina, sedangkan di Singapura Amerika dapat menggunakan fasilitas Changi Naval Base dan Paya Lebar Air Base untuk rotasi kapal dan pesawat. Dengan total pangkalan militer Amerika yang tersebar di 80 negara ada 750 pangkalan.
Demikian China dan Rusia juga terus memperkuat kekuatan pertahanan dan gelar pertahanan disejumlah wilayah lainnya di Asia dan Pasifik untuk mengantisipasi ancaman perang dunia yang diakibatkan meningkatnya geopolitik di Kawasan Indo-Pasifik yang bisa berkaitan dengan konflik laut China Selatan maupun konflik bersenjata antar negara yang terjadi diwilayah negara lain.
Konflik yang terjadi antara Israel dan Palestina, dalam kaitan diplomasi Indonesia dalam fora internasional yang mendukung kemanusiaan di Palestina juga akan bersinggungan dengan Israel dan Amerika serta sekutunya.
Ini yang penulis sebut dengan antipasi ancaman collateral damage dari dinamika geopolitik global yang saat ini menguat dan berpotensi menciptakan konflik bersenjata intenasional lainnya.
Jika dilihat juga dari konflik internal dalam negeri, seperti konflik politik kemerdekaan yang terjadi di Papua, memiliki efek tersendiri dalam geopolitik global karena berkaitan dengan diplomasi yang dibangun oleh kelompok kemerdekaan Papua dengan negara-negara diwilayah pasifik dan diplomasi yang dibangun di Uni Eropa dan di United Nation.
Menjadi fokus bersama tentang kesiapan Indonesia dalam memainkan peran apabila dipercaya menjadi negara juru damai. Posisi ini akan penting karena Rusia dengan politik luar negerinya yang keras belum tentu akan diterima oleh Amerika-Israel untuk menjadi juru damai, namun Indonesia sebagai negara non-alignment punya citra baik jika dipercaya menjalankan tugas juru damai.
- Laporan 5WIH
When? Dinamika Geopolitik global mengalami eskalasi signikan pada akhir bulan februari. Setelah Amerika dan Israel melakukan serangan udara ke Iran dan berhasil menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatolla Ali Khamenai. Serangan ini kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan yang ditujukan kepada panggalan militer didaerah timur tengah dan Iran juga menyerang Tel Aviv Ibu kota Israel.
Konflik ini kemudian akan mengalami eskalasi jika kekuatan militer global mulail terbentuk atau membentuk faksi kelompok kami vs kelompok mereka (US VS THEM). Jika dilihat ini sudah mulai ada pertanda dari respon yang muncul setelah saling serang antar ketiga negara terjadi, dan juga terlihat sudah ada tanda pergerakan militer dari negara lain.
Selain itu, jika China ikut terlibat dalam konflik Amerika-Israel dan Iran maka konflik ini tidak akan berhenti dikepentingan Amerika-Israel dan Iran, namun ini akan berlanjut dengan kepentingan China dengan laut China Selatan yang akan menarik beberapa negara untuk bergerak seperti Filipina, Vietnan, Malaysia, Brunei, Taiwan dan Indonesia.
Konflik bersenjata internasional lainnya yang masih terjadi adalah antara Rusia dan Ukraina kemungkinan akan mengalami eskalasi kembali jika Rusia mendukung Iran dan Ukraina berada di faksi Amerika dan Israel.
Where? Seperti yang disebutkan diatas bahwa konflik yang mempengaruhi tatanan geopolitik global saat ini adalah Konflik besar Amerika-Israel dan Iran. Namun, terdapat kemungkinan besar bahwa negara-negara lain akan ikut campur dalam konflik ini, Rusia, China, Korea Utara, Inggris, Jepang, Australia dan negara-negara yang berada didalam faksi yan sama.
Artinya konflik ini memiliki dampat ikutan, seperti merambat ke konflik Laut China Selatan, Konflik dikawasan Indo-Pasifik juga bisa terjadi. Hal ini dapat terjadi karena jika diperhatikan, Intervensi militer yang dilakukan oleh Amerika akhirnya menjadi perang namun perang itu tidak dilakukan didaerahnya sendiri melainkan dinegara-negara lain yang ada pangkalan militer mereka.
Seperti yang terjadi di Iran, pangkalan Amerika dinegara lain yang menyerang dan diserang, atau bahkan Amerika menggunakan pangkalan udara negara lain atau perairan wilayah negara lain untuk parkir alat pertahanannya seperti pesawat tempur dan kapal induk untuk lakukan serangan.
What? Konflik ini menarik jika diperhatikan dinamika Amerika dan Israel dalam menyerang Iran dan konteks yang dimunculkan di media adalah masyarakat Iran meminta pertolongan kepada Israel dan Amerika untuk dibebaskan dari belenggu pemerintahan Iran. namun Iran adalah negara merdeka yang memiliki wilayah kedaulatannya sendiri. Ini artinya Amerika dan Israel melanggar prinsip non-intervention dan melakukan penyerangan diwilayah kedaulatan negara lain.
Bukan hanya dampak ikutan yang terjadi karena negara lain ikut terlibat seperti yang dijelaskan diatas namun lebih dari pada itu ada dampak ikutan dalam proses intervensi kedaulatan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel.
Negara yang kuat dengan kekuatan militer dan memiliki senjata pemusnah massal seperti Iran saja bisa diintervensi dengan mudah. Bagaimana dengan negara yang tidak memiliki kekuatan pertahanan yang tidak terlalu kuat seperti halnya Indonesia. Bagaimana jika ada intervensi yang dilakukan oleh Amerika dan Israel. Contohnya kasus Internasionalisasi isu Papua yang terjadi fora internasional setiap tahunnya melalui berbagai forum, yang berkembang sesuai dengan pergerakan organisasi Papua Merdeka.
Apa yang akan terjadi jika daerah Papua juga bisa dintervensi oleh Amerika dan Israel mengingat Papua saat ini ada antara negara yang sudah bekerjasama dengan Israel yaitu Papua New Guinea dan bahkan Amerika punya akses yang cukup bebas di Papua New Guinea dan di Australia. Ini membuka peluang kemungkinan intervensi masa depan yang terbuka.
Who? Amerika sebagai negara Adikuasa, didukung oleh sekutunya Israel yang menyerang Iran. Serangan tersebut kemudian direspon oleh rivalnya Amerika dan Israel yaitu China. Sedangkan Rusia yang awalnya mengecam kini menawarkan diri sebagai juru damai. Serta beberapa negara lain yang terlibat dalam konflik bersenjata internasional. Selain itu, ada potensi negara-negara yang memilki kekuatan pertahanan besar lainnya ikut dalam membuka konflik, seperti negara-negara pemilik senjata pemusnah masal.
Indonesia sebagai negara non-aligment yang memposisikan diri ditengah dan mencoba menjadi juru damai adalah tindakan brilliant, namun apakah tindakan ini tidak membawa efek domino bagi kedaulatan Indonesia dimasa depan. Namun, apakah tawaran Rusia menjadi Juru damai akan diterima oleh Amerika-Israel, mengingat Rusia bukan negara non-alignment tetapi Rusia berada di faksi militer yang berbeda.
Why? Konflik antara Amerika-Israel vs Iran seperti permainan catur geopolitik yang dimainkan untuk menunjukan kekuatan global bahwa Amerika dan Israel sedang membangun gerbong faksi militer kuat untuk ciptakan perang dunia selanjutnya.
Apakah Indonesia dengan kekuatan non-blok bisa bertahan dengan terbentuknya faksi militer yang mulai menguat saat ini, ataukah ini jalan tengah untuk mengamankan wilayah kedaulatan Indonesia dimasa depan.
How? Ancaman ini terlihat dari intervensi yang dilakukan Amerika-Israel di Iran, jika wilayah kedaulatan negara lain bisa di intervens artinya ada prinsip yang bisa dilanggar yaitu non-intervention namun alasan yang cukup kuat diberikan oleh Amerika dan Israel yaitu masyarakat Iran tidak lagi berikan legitimasi kepada pemerintah mereka yang dipimpin oleh Ayatolla Ali Khamanei yang tewas dalam penyerangan yang dilakukan oleh Amerika dan Israel.
Tetapi apakah semua masyarakat Iran memberikan legitimasi kepada Amerika-Israel atau hanya sebagian kemudian ada klaim legitimasi yang dibuat oleh Amerika-Israel. Bagaimana jika hal serupa dilakukan untuk Indonesia, ketika ada kelompok kecil Papua yang meminta kemerdekaan di Papua dan di Fora internasional kemudian di respon oleh Amerika-Israel dan lakukan intervensi militer di wilayah timur Indonesia? ini kemudian menjadi catatan penting yang harus diperhatikan Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri.
- Fase Konflik
Konflik ini merupakan konflik dalam negeri yang berkembang. Dapat disebutkan dalam negeri karena sebagian masyarakat Iran merasa resim yang dipimpin oleh kelompok Ali Khamenai sudah berjalan selama 47 tahun dan resim ini disebut sebagai resim teroris. Konflik dalalm negeri ini kemudian berkembang menjadi konflik bersenjata internasional setelah ada kelompok masyarakat Iran yang meminta dukungan Israel dan Amerika untuk melepaskan mereka dari resim Ali Khamenei.
Ini berarti ada kelompok Masyarakat Iran tidak memberikan legitimasi kepada pemerintahannya saat ini membuat kekerasan bersenjata internasional terjadi, Amerika dan Israel melakukan serangan udara dengan target utama Ali Khamenai. Namun, ada juga masyarakat Iran yang memberikan legitimasi kepada pemerintahan Ali Khamenai.
Fase konflk ini dapat disebut sebagai konflik kekerasan masal karena serangan sudah tidak lagi terbatas namun rudal sudah dijatuhan seperti hujan dan aksi saling tembak antar militer dilakukan secara terbuka.
Fase kekerasan masal ini kemudian akan menyebar ke fase kekerasan masal meluas jika negara-negara lain mulai terlibat atau ikut saling serang dari konflik ini, fase ini kemudian akan memperburuk keadaan membuat banyak korban jiwa akan berjatuhan dan kerugian infrastuktur akan berlipat kali ganda.
Negara-negara akan membentuk faksi militer yang disebut dalam teori konflik sebagai kelompok US VS THEM dimana masing-masing kelompok akan menggunakan identiitas kelompok untuk melihat kelompok lain sebagai ancaman atau musuh bagi kelompok, berarti kelompok akan dilihat berdasarkan faksi militer atau blok militer yang terbentuk.
Posisi Indonesia dalam konflik ini adalah negara yang tidak berdiri dalam blok manapun, artinya Indonesia tidak ada faksi militer, sehingga dalam fase klonfik ini Indonesia tetap ada difase damai dan memiliki posisi sangat baik untuk berperan sebagai juru damai.
Namun, disatu sisi jika kemungkinan pola intervensi yang sama dikemudian hari dilakukan untuk wilayah kedaulatah Indonesia, dengan intervensi untuk wilayah timur Papua, maka Indonesia akan membutuhkan faksi militer.
Indonesia adalah negara yang bertemu dan membuka komunikasi politik luar negeri dengan negara manapun. Seperti halnya militer Perancis yang melakukan Defile militer bersama tantara Indonesia menunjukan bahwa Indonesia membangun sekutu dengan kekuatan pertahanan Perancis.
Perancis sebagai negara dengan kekuatan militer besar tentunya membutuhkan negara besar dengan jumlah penduduk banyak seperti indonesia untuk menjaga wilayah pertahanannya di wilayah pasifik dan Asia. Pangkalan militer Perancis yaitu Noumea dan Pepeete yang ada di Kaledonia, bisa saja di ekspansi dan dibuka juga di wilayah timur Indonesia, namun itu tidak akan terjadi ketika Indonesia adalah negara non-aligment.
Indonesia juga memiliki Hubungan baik China dibuktikan ketika kehadiran Presiden Prabowo dalam parade militer di China dan berdiri berdampingan dengan Vladimir Putin Presiden Rusia, Xi Jin Ping Presiden China, dan Kim Jong-un Presiden Korea Utara. Pertemuan ini disebut dengan the big four. Namun dalam Parade militer China tersebut, Amerika yang memilliki kekuatan pertahanan besar tidak diundang.
Tentunya ini akan mempengaruhi ancaman dinamika politik global yang harus diantisipasi karena pola hubungan seperti ini jika tidak dibarengi dengan hubungan yang baik dengan Amerika, maka kemungkinan intervensi dilakukan ke Indonesia pasti sangat besar. Apalagi jika mayoritas masyarakat Indonesia dimedia sosial mendukung Palestina yang bisa saja memancing perhatian kemarahan Amerika-Israel.
Fase ini bisa menjadi abu-abu ketika Indonesia harus memainkan politik luar negeri secantik mungkin agar tetap berada dijalur aman. Mengingat fase konflik yang ditentutkan oleh hubungan antar aktor.
- SAT (Struktur, Akselerator, Triggers)
Struktur? Intervensi militer yang dilakukan negara lain terhadap wilayah kedaulatah negara lain mempengaruhi stabilitas geopolitik global. Ini menjadi titik awal terjadinya konflik yang lebih besar terjadi. Jika tidak segera didamaikan akan menjadi konflik yang menggunakan senjata pemusnah massal seperti Bom Nuklir.
Faksi militer yang terbentuk dari politik luar negeri setiap negara atau keputusan politik yang diambil dalam sebuah konflik bersenjata akan sangat mempengaruhi situasi keamanan dan permainan catur geopolitik. Contohnya ketika Iran diserang, China dan Rusia yang memiliki perbedaan pandangan politik dengan Amerika dan Israel merespon dengan mengecam tindakan tersebut.
Keberanian juga dapat dipengaruhi oleh status kekuatan militer yang sudah siap jiwa sewaktu-waktu perang terjadi. Ini menunjukan bahwa kesiapan militer menentukan arah politik luar negeri suatu negara. Namun juga arah kecenderungan Kerjasama bisa dilihat dari seringnya kunjungan yang dilakukan kepala negara atau latihan bersama militer hingga Kerjasama pembangunan.
Salah satunya seperti, Keterlibatan Indonesia dalam event militer negara lain juga menunjukan arah pembangunan atau kiblat pertahanan Indonesia. Ini juga akan menunjukan kesamaan visi antar negara yang dibangun untuk menekan kekuatan pertahanan. Contohnya Amerika dan Israel bersekutu melawan Iran, China mengecam dan Rusia ikut mengecam namun memberikan opsi sebagai juru damai, Jepang, Inggris, dan Australia mendukung Amerika dan Israel. Sedangkan Indonesia mengambil posisi netral diantara faksi-faksi yang terbentuk.
Akselerator? Yang menjadi akselerator konflik dalam ancaman konflik bersenjata internasional Amerika-Israel dan Iran adalah narasi yang dibangun antara kelompok kepentingan yang berbeda. Antara kelompok yang disebut oleh sebagian kelompok masyarakat sebagai pemerintahan teroris yang memimpin lebih dari 45 tahun dan kelompok masyarakat nasionalis yang ingin bebas dari pemerintahan tersebut.
Narasi ini kemudian menarik perhatian dunia internasional dengan hadirnya faksi militer Amerika-Israel yang terang-terangan mendukung masyarakat nasionalis untuk membubarkan pemerintahan Ali Khamenei.
Saat ini, Framming masyarakat Iran yang bersukacita atas kematian Ali Khamenei muncul dimedia sosial disisi lain ada juga framming masyarakat Iran yang bersedih atas kematian Ali Khamenai. Framming media sosial lainnya yang muncul adalah keberhasilan Iran menyerang Israel dan kegagalan Israel menyerang Iran ataupun sebaliknya. Ini semakin meniup angin panas yang kemudian membakar rumbut kering (negara-negara) untuk ikut berkonflik dalam perselisihan ini.
Munculnya statemen dari negara-negara lain sebagai respon atas penyerangan yang dilakukan, serta bergeraknya armada pertahanan yang ditempatkan dititik-titik wilayah konflik menjadi akselerator konflik yang membuat situasi keamanan dunia semakin memanas.
Triggers? Kelompok berdasarkan kepentingan telah terbentuk, yaitu sekutu antar negara yang terbentuk misalnya dukungan Amerika-Israel yang datang dari Inggris, Australia, Jepang sedangkan Iran yang datang dari China dan Korea Utara.
Ini menunjukan bahwa ada Kelompok US VS THEM yang terbentuk, Kelompok ini terbentuk kemudian menggunakan visi mereka untuk melihat kelompok lain, sehingga kelompok lain akan menjadi kelompok yang salah. Seperti yang terjadi antara kelompok dominan dan kelompok sub-ordinat.
- Conflict Early Warning and Early Response
Dinamika konflik tersebut diatas membuat kita perlu untuk mengantisipasi ancaman masa depan yang mungkin saja terjadi dan dapat membawa dampak ancaman bersenjata juga kepada indonesia. Untuk itu dengan memperhatian geodefense Indonesia yang disesuaikan dengan politik luar negeri Indonesia, Indonesia sebagai negara non-blok, posisi geografis, dan kondisi ekonomi bangsa saat ini.
Maka perlu ada beberapa hal yang menjadi catatan sebagai peringatan dini kepada Indonesia agar tidak terdampak konflik Amerika-Israel VS Iran yang saat ini menarik perhatian dunia, dan citra Indonesia sebagai negara non-alignment bisa terus terjaga.
- Indonesia tetap menjaga posisi netral sebagai negara dengan politik bebas aktif. Citra ini dapat dijadikan kunci untuk Indonesia dapat berperan aktif sebagai penjaga perdamaian dunia.
- Manfaatkan posisi Indonesia sebagai Dewan HAM PBB untuk menekan konflik harus segela diselesaikan karena sudah ada korban rakyat sipil.
- Presiden Prabowo sebagai kepala negara perlu segera mengambil peran sebagai Juru Damai antara Amerika-Israel dan Iran. Langkah ini harus dilakukan dengan Analisa mendalam agar tidak ada efek domino bagi Indonesia kedepan. Kenapa ini begitu penting? Karena Indonesia saat ini berada ditengah lingkaran kekuatan pertahanan negara super power yaitu Amerika, Rusia, dan China. Jika salah mengambil langkah dalam keterlibatan sebagai juru damai, akan membawa efek domino bagi Indonesia.
- Efek domino yang penulis maksud adalah jika kita lihat penjelasan diatas, kita akan menemukan catatan tentang intervensi negara asing. Indonesia bisa menjadi negara selanjutnya yang di intervensi oleh Amerika karena ada politik Papua merdeka, dan pintu masuknya yaitu konflik Papua dan legitimasi yang diberikan kelompok Papua Merdeka diluar negeri kepada Amerika dan Isreal serta keberadaan Israel di Papua New Guinea sekarang.
- Selain itu, platform media dari Indonesia yang digunakan warga negara Indonesia untuk menyerang Amerika dan Israel akan membawa dampak politik serius jika tidak ada intervensi pemerintah.
- Jika kita melihat pola Amerika dan Isreal dalam lakukan intervensi adalah negara-negara Mayoritas Muslim, maka Indonesia perlu hati-hati dengan pola tersebut, jangan sampai ketulusan Indonesia untuk menciptakan perdamaian diartikan sebagai bentuk dukungan kepada pihak lawan dari Amerika dan Israel.
- Untuk itu, perdamaian yang ditawarkan oleh Indonesia harusnya adalah tawaran perdamaian dari sisi kemanusiaan.
- Munculnya pernyataan ada orang Israel disekitar Prabowo perlu untuk dilakukan pendalaman, jangan sampai ada pergerakan spionase yang dilakukan untuk membocorkan rencana Indonesia dan serta pola pertahanan Indonesia.
- Perkuat wilayah pertahanan, Indonesia harus memilikii Kapal Induk yang ditempatkan diwilayah pasifik untuk mencegah konflik terjadi. Juga perlunya modernisasi Armada Udara yang lengkap yang ditempatkan dibasis pertahanan seperti wilayah Biak, Jayapura, dan Merauke untuk mengantisipasi konflik diwilayah pasifik dan perbatasan. Selain itu, pembentukan Batalyon Tempur harus dilakukan diwilayah perbatasan Indonesia dengan PNG.
- Jika kekuatan pertahanan tidak diperkuat dan dimodernisasi maka sewaktu-waktu jika konflik terjadi antara Amerika, Rusia, dan China diwilayah Asia Pasifik maka wilayah Indonesia akan menjadi korban, seperti filosofi yang kita kenal “Gajah Berantem Semut Mati Terinjak” atau perseteruan antara negara-negara berpengaruh dapat menyebabkan negara lain menjadi korban.
- Perkuat ketahanan Pangan Indonesia untuk mendukung program dalam negeri Indonesia seperti makanan bergizi dan cadangan makanan selama 50 hari bagi masyarakat Indonesia jika sewaktu-waktu terjadi perang yang melibatkan Indonesia.
- Tingkatkan anggaran pertahanan Indonesia, perbanyak Sumber daya Pertahanan dari Teknologi pertahanan untuk ciptakan senjata canggih dan drone pertahanan. Selain itu, Indonesia sudah harus punya banyak ahli nuklir yang disiapkan untuk mempersiapkan masa depan pertahanan Indonesia.
- Propaganda informasi pertahanan militer Indonesia harus dilakukan secara berkala untuk mencipatakan detterent effect. Dengan pertunjukan tersebut, negara lain akan berpikir 10x untuk mau mencari masalah militer dengan Indonesia
- Memperkuat peta diplomasi bersama agar sinergi antara diplomasi pertahanan yang dilakukan oleh Kementerian pertahanan dan diplomasi umum yang dilakukan oleh kementerian lembaga lainnya. Kerjasama yang dibangun antar negara tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi memiliki efek domino untuk pertahanan dan keamanan Indonesia kedepan.
- Mindset generasi masa depan Indonesia harus dikawal, semua ahli dan orang pintar Indonesia dikumpulkan dalam center of defense untuk ikut memikirkan masa depan Indonesia yang kuat. Sumber daya unggul dari lulusan luar negeri jangan pernah diblokir tetapi dihimpun. Sumber daya terbaik Indonesia dikirim untuk mempelajari aspek pertahanan masa depan.
- Penutup
Peringatan dini ini sebagai langkah awal peringatan bahwa Indonesia tidak akan terus damai, dengan melihat gaya intervensi yang dilakukan oleh negara-negara besar, maka ada potensi Indonesia akan mengalami hal yang sama, entah dengan serangan militer atau dengan konflik kognisi yang dibangun melalui media, untuk itu kesadaran semua lini tentang menjaga kedaulatan Indonesia harus ditingkatkan. Indonesia adalah negara non-alignment namun posisi itu harus kita pertahankan bukan karena pertahanan kita lemah dan tidak mampu berperang namun kita pilih non-aligment karena pertahanan kita kuat. Semakin canggih pertahanan Indonesia, maka Indonesia akan semakin damai.
Catatan:
- Penulis adalah mahasiswa S3 Studi Perdamaian dari Universitas of Bradford di Inggris.
- Penulis juga adalah lulusan program studi Damai dan Resolusi Konflik Universitas Pertahanan Republik Indonesia.
- Analisis Pertahanan adalah bentuk upaya akademis yang bisa dikaji oleh penulis sebagai upaya dan kesadaran Bela Negara.

