Menjelang Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus, bendera dari serial One Piece bermunculan, terutama di media sosial.
Para pengguna media sosial memilih bendera Jolly Roger, yang menampilkan tengkorak mengenakan topi jerami di atas dua tulang bersilang, sebagai tanda perlawanan karena melambangkan keberanian dan sebagai simbol kekecewaan.
Di dunia nyata, tidak sedikit juga yang menampilkannya dalam berbagai bentuk, mulai dari bendera hingga aksesoris untuk mobil dan motor.
Salah satu yang berpartisipasi adalah seniman mural asal Sukabumi, Radinal Muhtar.
“Menurut saya banyak sekali kemiripan cerita One Piece dengan yang terjadi di Indonesia sekarang ini,” ujar Radinal kepada Natasya Salim dari ABC Indonesia.
“Cerita One Piece atau Luffy dan kawan-kawan, mereka adalah bajak laut yang mencari kebebasan dan hampir mirip melawan pemerintah yang kebal hukum,” jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto sudah mengatakan kalau bendera dari serial One Piece adalah “ekspresi kreativitas”.
Tapi sebelumnya, sejumlah pejabat pernah mengecam pengibaran dan penggunaan bendera One Piece.
Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, mengatakan pemerintah Indonesia akan mengambil “tindakan tegas” jika ada yang sengaja mengibarkan bendera bajak laut pada Hari Kemerdekaan Indonesia.
“Konsekuensi pidana dari tindakan yang mencederai kehormatan bendera merah putih,” ujarnya dalam siaran pers awal bulan lalu.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyebut pengibaran dan penggunaan bendera bajak laut ini sebagai upaya “memecah belah persatuan bangsa.”

