Pengadaan Barang-Jasa Sekolah Rakyat Dilakukan Lebih Transparan

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menekankan pentingnya integritas dalam pengadaan barang dan jasa untuk program Sekolah Rakyat. Dalam rapat internal di Kantor Kementerian Sosial, Jumat malam (11/7/2025), ia meminta seluruh jajarannya menjalankan proses secara terbuka dan mematuhi peraturan yang berlaku.

Didampingi Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, Gus Ipul menyatakan bahwa mereka tidak akan mencampuri proses tender dan menjamin tidak ada intervensi dari pihak manapun.

“Saya dan Pak Wamensos tidak akan ikut campur,” tegasnya, Sabtu (12/7/2025).

Ia menginstruksikan agar pengadaan, termasuk seragam sekolah, dilakukan secara cepat, jujur, dan transparan.

“Jangan sekali-kali kita main-main dalam urusan Sekolah Rakyat. Buka saja apa adanya. Ikuti aturan,” ujar Gus Ipul.

Ia juga menekankan pentingnya pelaporan secara terbuka agar publik dapat ikut mengawasi, dan menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh proses. Jika ditemukan indikasi pelanggaran, ia tidak segan membawa kasus tersebut ke aparat penegak hukum.

Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang menyasar anak-anak dari keluarga miskin ekstrem. Sekolah ini gratis, berasrama, dan meliputi pendidikan formal hingga pembinaan karakter. Tahun ajaran 2025/2026, program ini akan dimulai di 100 lokasi rintisan di berbagai daerah, dengan tahap awal dimulai 14 Juli 2025.

Artikel Terkait

Leave a Comment