Pendidikan Digital dan Pembentukan Karakter, Kunci SDM Unggul

by Isabella Citra Maheswari

Kemajuan teknologi informasi telah mengubah wajah pendidikan nasional. Namun, di balik kemajuan itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemampuan digital dan karakter manusia.

Pelaksana Tugas Direktur Ekosistem Media Kemkomdigi, Farida Dewi Maharani, menjelaskan bahwa penguatan SDM tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan akademik.

“Teknologi harus menjadi sarana membangun karakter dan tanggung jawab sosial,” ujarnya saat mendampingi kunjungan media ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 Sleman, Yogyakarta.

Sekolah Rakyat menjadi contoh nyata integrasi pembelajaran digital dengan pendidikan karakter. Setiap kelas kini dilengkapi smartboard, sementara siswa mendapat laptop pribadi untuk mengakses Learning Management System (LMS). Tujuannya, agar siswa terbiasa belajar mandiri, berpikir kritis, dan tetap beretika di ruang digital.

Farida menilai pendekatan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang ingin melahirkan generasi berdaya saing global. Menurutnya, negara maju bukan hanya karena warganya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara moral.

Kepala Sekolah SRMA 20, Reti Sudarsih, menambahkan bahwa pembelajaran di sekolahnya kini lebih interaktif dan kontekstual. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi pendamping yang membantu siswa memahami nilai-nilai kebajikan di balik teknologi.

Melalui program ini, Kemkomdigi berharap semakin banyak lembaga pendidikan mengadopsi sistem serupa, agar digitalisasi pendidikan tidak hanya menciptakan tenaga kerja terampil, tetapi juga manusia yang berkarakter dan berintegritas.

Artikel Terkait

Leave a Comment