Pemerintah Pastikan Petani dan Nelayan Untung dari Program MBG

by Isabella Citra Maheswari

Pemerintah Indonesia memastikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi solusi untuk mengatasi gizi buruk, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi bagi petani dan nelayan lokal. Dengan anggaran sebesar Rp71 triliun pada tahun 2025, program ini secara strategis melibatkan petani, nelayan, peternak, koperasi, dan UMKM lokal sebagai tulang punggung rantai pasokannya.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa MBG akan memprioritaskan hasil pertanian, perikanan, dan peternakan lokal sebagai bahan utama. Hal ini memberikan peluang pasar yang besar bagi petani dan nelayan untuk menjual hasil panen dan tangkapannya dengan harga yang layak. Selain itu, pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus mendorong kemandirian pangan di tingkat nasional.

Dalam pelaksanaan program MBG, lebih dari 1.300 koperasi lokal telah terlibat untuk memastikan bahwa hasil bumi petani dan tangkapan nelayan dapat diserap secara optimal. Dengan model distribusi ini, petani dan nelayan mendapatkan akses langsung ke pasar tanpa perantara, sehingga keuntungan yang diterima lebih besar. Misalnya, hasil laut nelayan dapat langsung dipasok ke dapur umum, sekolah, dan pesantren yang menjadi mitra program.

Pemerintah juga menjamin pasar yang berkelanjutan bagi petani dan nelayan melalui kontrak jangka panjang. Peneliti CORE Indonesia, Eliza Mardian, menyebut bahwa pendekatan seperti ini memberikan rasa aman bagi petani untuk meningkatkan produksi tanpa khawatir akan kelebihan pasokan. Selain itu, keterlibatan koperasi dan UMKM lokal memastikan bahwa distribusi hasil panen berjalan lancar.

Program MBG tidak hanya berdampak pada individu petani dan nelayan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi komunitas lokal secara keseluruhan. Dengan pengelolaan berbasis daerah, dana yang dialokasikan dalam program ini secara langsung menggerakkan roda perekonomian desa, meningkatkan daya beli masyarakat, dan membuka lapangan kerja baru.

Dengan mengutamakan produk lokal, program MBG menjadi langkah strategis dalam membangun ketahanan dan kemandirian pangan Indonesia. Melalui skema ini, petani dan nelayan bukan hanya menjadi produsen, tetapi juga mitra aktif dalam mewujudkan gizi masyarakat yang lebih baik.

Melalui pelibatan langsung petani dan nelayan lokal, Program MBG menjadi bukti nyata komitmen pemerintah untuk tidak hanya mengatasi gizi buruk, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara menyeluruh.

Artikel Terkait

Leave a Comment