
Manokowari – Bupati Puncak, Willem Wandik yakin pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran Provinsi Papua menjadi peluang emas untuk menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda mendatang.
Bupati Wandik yang merupakan Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Tengah menyebutkan DOB diberikan negara dalam rangka pengembangan wilayah, yakni Provinsi Papua Selatan, Provinsi Papua Tengah, Provinsi Papua Pegunungan, Provinsi Papua Barat Daya dan juga Provinsi Papua Induk dan Provinsi Papua Barat.
Apalagi 2024 adalah tahun politik dan diharapkan semua pemuda mau melibatkan diri, bahkan juga dalam pemerintahan maupun pekerjaan fisik dalam situasi ini harus dimanfaatkan secara baik, karena ini suatu peluang emas bagi generasi muda Papua.
“Kalau kita tak manfaatkan lalu hanya tinggal nonton, maka kita tergiring dalam situasi yang tak menentu,” tuturnya, saat menghadiri pelantikan pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Papua Periode 2019-2024 di GOR Cenderawasih, Jayapura, Kamis 9 Februari 2023.
Dengan adanya pemekaran, tanah Papua saat ini menjadi 6 provinsi.
“Semua pemuda, semua anak intelektual, semua yang kuliah, saya ajak kita semua mari mengambil bagian dalam kesempatan ini, baik mau masuk DPD RI, DPR RI, DPR provinsi, DPRD kabupaten/kota, bahkan juga ada kesempatan untuk jatah Otsus. Negara menciptakan disinilah tempat kita bekerja, kita mau kemana lagi,” tanyanya.
Diketahui Bupati Puncak, Willem Wandik adalah salah-satu Anggota Tim Pemekaran Provinsi Papua, Ia melihat pada saat itu, pemekaran provinsi Papua belum ada. Tapi setelah tim pemekaran dari Papua bertemu Presiden Joko Widodo dan menyampaikan kajian dan aspirasi terkait pemekaran Papua yang saat itu bertepatan dengan perpanjangan otsus, sehingga di situlah peluang untuk pemekaran Papua terjadi.
“Makna perpanjangan otsus dengan adanya 4 DOB beserta pembagian dana ke masing-masing provinsi adalah untuk mempercepat pembukaan lapangan kerja. Negara melihat pembentukan DOB jalan baik untuk orang Papua,” katanya.
Jika ada 4 provinsi, maka MRP dibentuk lagi, DPR bertambah lagi. Apalagi nanti gubernur tadinya hanya ada dua, maka sekarang tambah jadi 4 gubernur. Sekda tadinya hanya dua sekarang jadi 6 , Ketua DPR Papua tadinya hanya dua sekarang jadi 6. “Pekembangan seperti ini sangat luar biasa,” jelasnya.
