PARA TOKOH AGAMA PAPUA MINTA MASYARAKAT JANGAN PERCAYA HOAX KASUS KORUPSI LUKAS ENEMBE

by Laura Felicia Azzahra

Nusaraya.Online – Fenomena hoax semakin merajalela di dunia maya dan dengan mudahnya penyebaran informasi melalui media sosial sehingga dapat menimbulkan beragam opini masyarakat. Penyebaran berita hoax juga mampu membawa pada kerancuan informasi dan kehebohan publik akan suatu informasi, bahkan dapat juga berakibat pada perpecahan suatu bangsa. 

Itu sebabnya para tokoh agama Papua meminta masyarakat tetap tenang dan tidak percaya berita bohong atau hoaks terkait penegakan hukum tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur Papua nonaktif Lukas Enembe.  Hal itu dikatakan Ketua Klasis Kemtuk Gresi Sinode GKI Papua Pendeta Dante Alligheri Y.A.T Mawene. Ia meminta seluruh warga jemaat di seluruh Papua tetap tenang dalam menyikapi situasi yang terjadi.

“Kita harus tetap tenang, dan fokus mengurus kebun kita, anak-anak kita, rumah tangga kita, dan masa depan keluarga kita. Karena itu lebih utama yang harus dipikirkan oleh kita semua,” kata Pendeta Dante.

Menurutnya, terkait kasus yang terjadi terhadap Lukas Enembe, ada proses dan prosedur sehingga sebagai masyarakat dan umat Tuhan tenang saja. “Ada prosedur dan proses yang berjalan, sehingga kita tetap tenang dan fokus menjaga kehidupan kita supaya tetap aman dan damai,” katanya.

Senada, Pastor Jhon Jonga menyuarakan dukungan agar Lukas Enembe bisa menjalani proses dengan baik. Ia berharap berbagai elemen masyarakat terus menjaga keutuhan. “Semua tentang penegakan hukum dan kesehatan Bapak Lukas Enembe, kita sebagai masyarakat hendaknya menyikapi hal tersebut dengan tenang.”

“Banyak berita hoaks yang bisa menghancurkan persatuan kita. Jadi kita harus tahu bagaimana cara untuk tetap bersatu dan tidak mudah percaya,” lanjutnya.

Menurutnya, filterisasi informasi penting dilakukan di saat seperti ini. Sebab masyarakat adalah kunci aman atau tidaknya suatu wilayah menyikapi persoalan yang terjadi.

“Untuk keamanan kita, masyarakat sendirilah yang menentukan itu, apakah mau aman, atau mau percaya dengan isu-isu hoax dan sesama masyarakat di adu domba. Saya ingatkan bahwa masyarakatlah yang akan jadi korban,” tegas Pastor Jhon. Ia pun meminta kembali agar masyarakat melihat persoalan dengan iman dan teliti, sehingga tidak mudah kabar hoaks. Karena mereka sendiri yang akan menjadi korban. “Lihatlah segala sesuatunya dengan iman kita. Dan sebagai orang yang mengerti, kita harus lihat dulu, baca dulu dengan baik. Selanjutnya kitalah sendirilah yang menentukan,” ujarnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment