nusarayaonline.id – Sebuah harapan besar tersemat kepada Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono yang baru saja dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi pemegang tongkat estafet kepemimpinan prajurit TNI. Salah satu harapan tersebut muncul dari masyarakat Papua yang menginginkan agar sang panglima mampu melaksanakan tugas, khususnya dalam upaya menangani permasalahan separatisme dan terorisme di bumi cenderawasih. Belakangan, tersiar kabar juga bahwa beberapa pendukung dari kelompok separatis Papua juga turut berkomentar melalui unggahan media sosial mempertanyakan profesionalitas dan kemampuan sang jenderal dalam ‘menangani’ kawan-kawannya.
Dalam pernyataannya selepas dilantik oleh Presiden Jokowi, Laksamana Yudo Margono menegaskan bahwa jajaranya tetap akan melanjutkan operasi teritorial dan akan menangkap kelompok pembuat onar di tanah Papua. Hal tersebut disebut lantaran masyarakat Papua sangat membutuhkan dukungan dari TNI. Langkah pertama yang menjadi prioritas untuk dikunjungi ialah daerah yang rawan konflik. Setidaknya terdapat 12 perbatasan negara Indonesia yang dinilai rawan, dimana 10 diantaranya merupakan perbatasan laut.
Pesan Presiden Jokowi dalam Penanganan Separatisme di Papua
Penyelesaian konflik Papua menjadi salah satu tantangan Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI. Dalam keterangannya, dirinya menjelaskan bahwa konflik di Papua belum masuk status darurat meski terjadi pergerakan dari kelompok separatis yang menginginkan kemerdekaan Papua. Namun begitu, pihaknya akan mendukung proses hukum yang dilakukan Polri. Sebelumnya, Presiden Jokowi telah mengingstruksikan penanganan konflik Papua dengan tegas, tapi juga humanis, sehingga bila ada pihak yang mengganggu masyarakat akan ditangkap dan diserahkan kepada Polri. Penanganan konflik Papua melalui operasi teritorial tetap akan dilakukan karena masyarakat membutuhkan keamanan. Sejumlah ulah penyerangan kelompok separatis terpantau masih terus dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Presiden Jokowi juga menitipkan pesan kepada sang panglima untuk meningkatkan profesionalisme prajurit TNI agar kepercayaan masyarakat terhadap TNI yang saat ini sudah tinggi dapat terus dipertahankan. Di akhir pernyataan, presiden juga menyampaikan bahwa jika kita tidak tegas terhadap kelompok separatis khususnya di Papua, maka permasalahan tidak akan selesai-selesai.
Perlunya Sikap Cermat dalam Menyikapi Arahan Presiden Jokowi Soal Separatisme Papua
Tak hanya dari orang nomor 1 di Indonesia yang menaruh harapan besar terhadap sang jenderal, namun juga sejumlah pihak ataupun tokoh turut berkomentar terkait pergantian Panglima TNI yang diharapkan bisa menuntaskan sejumlah permasalahan pertahanan dan keamanan di ibu pertiwi.
Salah satu komentar tersebut muncul dari Ketua Umum Forum Cendekiawan Melanesia Republik Indonesia (FORKAMRI), Albert Hama yang mengingatkan kepada Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk cermat menyikapi arahan Presien Jokowi meminta sikap tegas kepada kelompok separatis Papua. Pendekatan humanis merespon ekskalasi konflik yang meningkat di Papua akhir-akhir ini harus dikedepankan dengan semangat dialog persaudaraan. Situasi Papua yang sudah lama konflik memang harus ditangani secara hati-hati dan sedapat mungkin tidak menggunakan cara-cara kekerasan.
Albert mengimbau Panglima TNI Laksamana Yudo Margono agar tetap konsisten mengedepankan pendekatan humanis di Papua. Pada intinya jangan membawa pesan kekerasan oleh militer, termasuk penambahan pasukan. TNI menurutnya tidak perlu terpancing juga dengan aksi kelompok separatis belakangan ini yang makin beringas. Selalu ada ruang negosiasi yang bisa dilakukan supaya tidak kembali jatuh korban, sebab hidup manusia itu di atas segala-galanya yang harus dibela, di atas kepentingan politik apa pun. Namun demikian, dirinya juga mengingatkan Kelompok bersenjata di Papua agar tidak melakukan aksi brutal yang mengorbankan warga sipil. Hal ini bukan saja memicu konflik sosial yang lebih besar tetapi juga memancing kekerasan lain yang tidak diinginkan. Orang yang menjadi korban adalah saudara sebangsa setanah air, masyarakat sipil yang tidak bersalah. Pada akhirnya, kekerasan tidak menjadi pendekatan dalam perjuangan apa pun termasuk perjuangan politik kelompok separatis dan teroris di Papua.
Sejumlah Pesan Terhadap Panglima dalam Menyikapi Permasalahan Papua
Selain berkunjung ke sejumlah wilayah konflik atau rawan untuk melihat langsung kondisi keamanan di Papua. Panglima TNI juga menyatakan bakal meminta masukan dari para prajurit TNI yang ada di lapangan, pemerintah daerah, masyarakat, dan tokoh agama setempat. Setelah itu, kemudian dirinya akan memutuskan strategi pengamanan di Papua. Menurutnya, operasi TNI di Papua akan menonjolkan operasi teritorial. Namun, juga dipastikan akan tetap tegas sesuai hukum yang ada.
Selain dari Presiden Jokowi, sejumlah pesan juga diamanatkan kepada Panglima khususnya dalam upaya mengatasi permasalahan separatisme di Papua. Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma’ruf Amin meminta agar Panglima TNI dapat lebih tegas lagi menghadapi kelompok separatis di Papua. Langkah tegas tersebut telah disuarakan oleh berbagai pihak semata-mata untuk menjaga dan melindungi masyarakat Papua. Pemerintah memastikan tetap melakukan pendekatan yang humanis di Papua, salah satunya dengan mempertahankan pendekatan teritorial dan penegakan hukum. Terlebih, menurutnya hanya di daerah tertentu saja aksi kelompok separatis kerap terjadi, bukan di seluruh wilayah Papua.
Sementara itu, Anggota Komisi I DPR, Bobby Adhityo Rizaldi, menyatakan bahwa pesan Presiden Joko Widodo terhadap Panglima TNI Laksamana Yudo Margono untuk bersikap tegas kepada teroris Papua merupakan langkah terbaik demi mengurangi pertumpahan darah di Bumi Cendrawasih. Menurutnya, yang dimaksud Presiden Jokowi adalah evaluasi atas pelibatan TNI dalam operasi pengamanan di Papua selama ini, agar lebih efektif mencegah terjadinya pembunuhan brutal dari teroris baik pada masyarakat atau aparat. Di samping itu, dirinya menyebut penanganan teroris Papua juga membutuhkan sinergitas antar-lembaga.
Pada akhirnya, bagaimanapun nantinya langkah atau strategi yang bakal diterapkan oleh sang Panglima akan menjadi harapan besar bagi publik khususnya masyarakat Papua dalam upaya mengatasi permasalahan kelompok separatis dan teroris yang banyak merugikan dan tak diharapkan serta tak diinginkan kehadirannya.
__
Agus Kosek
(Pengamat Masalah Papua)

