NTT Siap Jadi Provinsi Swasembada Pangan Bagian Timur Indonesia

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai provinsi swasembada pangan di bagian timur Indonesia dalam waktu maksimal tiga tahun.

Amran menyebutkan bahwa potensi lahan sawah di NTT mencapai 300 ribu hektare. Dengan pengelolaan yang optimal, NTT mampu menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional. “Jika 200 ribu hektare ditanami dua kali setahun, NTT dapat memproduksi 2 juta ton beras, jauh melampaui kebutuhan lokal sebesar 1,3 juta ton,” jelas Amran.

Lebih lanjut, Amran menegaskan swasembada pangan di NTT dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari provinsi lain, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. “Ini juga akan menekan biaya logistik yang selama ini memengaruhi harga pangan tinggi,” tambahnya. Ia optimistis langkah ini akan membantu menurunkan inflasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT.

Dukungan dari pemerintah pusat, seperti pembangunan irigasi, penyediaan pupuk, alat pertanian, dan pendampingan intensif, diharapkan dapat mempercepat tercapainya target swasembada pangan di NTT. Amran juga menyebut sektor pertanian sebagai kunci utama dalam mengurangi tingkat kemiskinan yang saat ini masih berada di angka 20 persen.

Pj Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, menyambut baik langkah pemerintah pusat. Ia menyebutkan bahwa 177 ribu hektare lahan sawah di NTT telah digarap dengan indeks pertanaman (IP) 1 hingga 1,5. “Masih ada 123 ribu hektare lahan potensial yang bisa dioptimalkan untuk mendukung swasembada,” ungkap Andriko.

Dengan berbagai program bantuan, seperti alsintan, pompa air, benih, pupuk, hingga pembangunan bendungan dan embung, Andriko optimistis NTT dapat menjadi lumbung pangan di wilayah timur Indonesia. “Kami siap mendukung penuh program ini untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment