Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengklaim harga minyak goreng curah berangsur turun mendekati HET minyak goreng curah yaitu Rp. 14.000 per liter atau Rp. 15.500 per kg.Mendag Zulhas mengatakan, penurunan ini merupakan hasil dari sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan khususnya minyak goreng.
“Ini merupakan kabar baik. Upaya konkret pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga minyak goreng telah membuahkan hasil,” ujar Mendag Zulhas dalam keterangan yang diterima Kontan.co.id, Sabtu (16/7).
Berdasarkan pantauan harian pada Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan, harga minyak goreng curah di tingkat nasional mengalami penurunan.
Pada 16 Juli 2022, harga rata-rata minyak goreng curah tercatat sebesar Rp 15.200 per liter, turun 2,56% dibandingkan 8 Juli 2022 yang tercatat sebesar Rp 15.614 per liter.
Mendag Zulhas menyebut, untuk mengoptimalkan distribusi minyak goreng melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), Pemerintah Pusat akan memperluas cakupan pendistribusian minyak goreng curah kemasan rakyat ke seluruh wilayah Indonesia.
Minyak goreng tersebut harus menggunakan merek ‘Minyakita’ dan mencantumkan harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.000/liter.
Sebelumnya , Kementerian Perdagangan telah melakukan peluncuran program minyak goreng kemasan rakyat dengan merek ‘Minyakita’ pada hari Rabu, (6/7) lalu. Program tersebut menjadi salah satu solusi biaya pengemasan yang harus dikeluarkan oleh pedagang pengecer kepada konsumen.
