Massa Gerakan Bersama Indonesia Damai Gelar Aksi di Monas, Tegaskan Komitmen Jaga Persatuan Bangsa

by Isabella Citra Maheswari

Ratusan massa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Indonesia Damai menggelar demonstrasi di kawasan Monumen Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/9/2025).

Dalam aksi ini, mereka membacakan pernyataan sikap yang meneguhkan komitmen menjaga persatuan di tengah meningkatnya polarisasi politik dan maraknya ujaran kebencian di ruang publik maupun media sosial.

“Kami hadir dengan penuh kesadaran, menegaskan tekad bahwa Indonesia adalah rumah bersama yang harus dijaga, dirawat, dan diwariskan dalam keadaan damai kepada generasi penerus,” ujar salah satu orator di lokasi.

Massa aksi menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:

  1. Menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di atas segala perbedaan suku, agama, ras, budaya, maupun pandangan politik.
  2. Mengecam segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan provokasi yang mengancam harmoni sosial serta stabilitas nasional.
  3. Mendorong penyelesaian persoalan bangsa melalui dialog, musyawarah, dan sikap adil.
  4. Menghidupkan nilai perdamaian, toleransi, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari, baik di dunia nyata maupun digital.
  5. Menjadi garda terdepan menjaga Indonesia damai dengan menolak segala upaya yang melemahkan persatuan dan martabat bangsa.

Sekitar 300 orang hadir dalam aksi ini, datang menggunakan angkot dan satu mobil komando. Mereka mengenakan pakaian putih, membawa spanduk bertuliskan seruan perdamaian seperti “Satukan Suara untuk Indonesia Damai” dan “#JagaIndonesiaTolakAnarkisme”. Di barisan depan, sejumlah peserta tampil dengan busana adat dari berbagai daerah sebagai simbol keberagaman budaya.

Aksi juga dimeriahkan dengan penandatanganan banner putih panjang sebagai wujud komitmen menjaga persatuan bangsa. Mobil komando yang berdiri di depan barikade besi polisi menjadi panggung orasi yang digunakan perwakilan massa secara bergantian.

Akibat aksi ini, sejumlah ruas jalan di sekitar kawasan Monas ditutup, termasuk Jalan Medan Merdeka Selatan yang mengarah ke Bundaran Indosat dan Jalan Budi Kemuliaan. Polisi menutup akses dengan barikade besi dan pembatas jalan oranye, serta menurunkan kendaraan taktis Brimob. Meski demikian, arus lalu lintas ke Jalan M.H. Thamrin tetap dibuka untuk kendaraan pribadi, motor, dan Transjakarta.

Artikel Terkait

Leave a Comment