Papua, nusarayaonline.id – Forum Mahasiswa Papua untuk Daerah Otonomi Baru Jabodetabek menggelar aksi damai di dua lokasi, yakni gedung DPR dan kawasan patung kuda, Jakarta, Kamis (23/6/2022). Sekitar 200 mahasiswa ini mendorong DPR dan pemerintah agar segera mengesahkan RUU daerah otonom baru (DOB) Papua.
Koordinator aksi Charles Kossay mengatakan pengesahan RUU harus dilakukan secepat mungkin. Tujuannya agar masyarakat Papua dapat merasakan kesejahteraan, seperti provinsi lain di Indonesia. “Pemekaran DOB akan meletakkan kesejahteraan Tanah Papua dan OAP (orang asli Papua) sejajar dengan saudara-saudaranya di provinsi lain,” ujar Charles.
Menurutnya, pemekaran akan memperpendek jalur logistik di Tanah Papua yang secara geografis penuh dengan tantangan alam, sehingga pemenuhan logistik dapat dilakukan dengan cepat, efektif, efisien, dan murah. Selain itu, pemekaran akan mempersingkat tali komando administrasi, sehingga pelayanan masyarakat dapat diakukan dengan cepat, terutama di daerah-daerah terpencil.
“Pemekaran ini akan memeratakan hasil pembangunan, yang selama ini praktis hanya dinikmati oleh para penduduk OAP yang berada di perkotaan, yang infrastrukturnya telah terbangun. Lapangan kerja baru juga akan terbuka lebar bagi OAP,” katanya.
Pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa prakarsa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut berpotensi mengganggu kepentingan sempit segelintir elite. Sebab, dana otonomi khusus dan dana-dana APBD lainnya akan teralokasikan secara merata ke ketiga daerah otonomi baru. “Sehingga praktik korupsi mereka semakin sempit,” ungkap Charles.
Untuk itu, pihaknya mendesak agar seluruh aparat penegak hukum, baik KPK, Kejaksaan Agung, maupun Polri segera menangkap elite-elite yang selama ini melakukan praktik korupsi. Dengan begitu, diharapkan tidak lagi yang menghambat upaya peningkatan kesejahteraan rakyat Papua, khususnya OAP.
“Forum mahasiswa juga berkeyakinan bahwa bukti-bukti konkret dari penyelewengan dana otonomi khusus dan dana-dana APBD lainnya telah dimiliki aparat penegak hukum,” tegasnya.
Sumber: beritasatu.com

