Papua, nusaraya.online – Tokoh Agama Pendeta Alberth Yoku memberikan apresiasi kepada KPK yang mengedepankan langkah persuasif dalam proses pemeriksaan terhadap Gubernur Papua Lukas Enembe.
“Proses pemeriksaan kemarin berjalan sangat baik dan sesuai dengan harapan, tanpa ada desas-desus yang mengganggu kamtibmas,” ucap Pendeta Alberth Yoku saat diwawancarai, Jumat (4/11) pagi di Jayapura, Papua.
Pdt Albert meminta kepada massa simpatisan yang masih berada di sekitar kediaman Gubernur Papua untuk kembali ke rumahnya masing-masing dan beraktivitas seperti biasa.
“Tidak mungkin ada sesuatu yang terjadi kepada Pak Lukas. KPK memahami kondisi beliau,” ujarnya.
Pdt Alberth meminta semua pihak untuk menghormati proses hukum yang dihadapi Lukas Enembe saat ini.
“Setiap warga negara harus mematuhi seluruh proses hukum yang berlaku. Begitu juga dengan saya, kalau ada kesalahan, maka saya siap ikut proses,”
Di samping itu, ketua FKUB Kabupaten Jayapura ini meminta agar semua pihak untuk bergandeng tangan menjaga kondisi kamtibmas di Papua.
“Mari kita jaga Papua tetap damai, tanpa harus termakan isu-isu yang bisa mengganggu keamanan, apalagi saat ini sudah memasuki hari Natal,” ucapnya.
Sebelumnya penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya memeriksa Gubernur Papua Lukas Enembe, Kamis (3/11) siang.
Proses pemeriksaan Gubernur Papua Lukas Enembe berlangsung di kediaman pribadinya di Koya Tengah Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.
Sebagai informasi, Lukas Enembe sejak 5 September 2022 telah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi senilai Rp 1 miliar.
Setelah berstatus tersangka atas dugaan gratifikasi, Gubernur Papua belum menjalani pemeriksaan, meski KPK telah membuat surat panggilan.
Ketidakhadiran Lukas Enembe untuk memenuhi panggilan tersebut lantaran kondisi kesehatannya yang kurang memungkinkan. (mcr30/jpnn)
Sumber: papua.jpnn.com

