
Manokwari – Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menjelaskan operasi siaga tempur merupakan kondisi di mana tentara dalam keadaan siap bertempur secara efektif.
Itu artinya, semua bentuk persenjataan yang digunakan sudah siap tembak jika sewaktu-waktu terjadi ancaman.
Prajurit juga, sambungnya, tidak perlu lagi ragu-ragu melepaskan tembakan ketika terjadi pengadangan maupun serangan.
“Jadi bukan sekadar stand by di titik-titik atau pos tertentu. Tapi di pos tertentu yang mereka tempati, mereka sudah harus dalam kondisi siap. Senjata sudah kepegang terus. Bukan kalau ada serangan baru lari-lari ambil senjata,” terang Khairul Fahmi kepada BBC News Indonesia, Rabu (19/04).
“Pasukan tidak bisa enak-enakan atau tidur-tiduran. Ke mana-mana bawa senjata.”
TNI menyatakan jumlah prajurit yang meninggal dunia dalam peristiwa baku tembak dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) telah bertambah.
Secara keseluruhan, terdapat empat prajurit yang meninggal dunia di tengah misi penyelamatan pilot pesawat Susi Air, Philips Mark Methrtens, di Distrik Mugi, Nduga, Papua Pegunungan, Sabtu (15/04).
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel (Kav) Herman Taryaman, mengungkapkan empat jenazah prajurit ditemukan pada Rabu (19/04).
“Tim gabungan TNI-Polri berhasil menemukan empat prajurit TNI, termasuk di dalamnya Pratu Miftahul Arifin,” kata Herman kepada Kompas.com, Rabu (19/04).
Keempat prajurit TNI yang meninggal dunia adalah Prajurit Satu (Pratu) Miftahul Arifin, Pratu Ibrahim, Pratu Kurniawan, Prajurit Dua (Prada) Sukra.
Akhir dari Artikel-artikel yang direkomendasikan
Keempat prajurit ini berasal dari Satuan Tugas Batalion Infanteri (Yonif) Raider 321/Galuh Taruna Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat.
“Saat ini keempat prajurit yang gugur tersebut telah dievakuasi ke RSUD Timika Kabupaten Mimika,” kata Herman.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Kepala Pusat Penerangan TNI, Julius Widjojono, menyebut hanya ada satu prajurit yang tewas akibat kontak tembak dengan kelompok bersenjata pro-kemerdekaan di Distrik Mugi, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada Sabtu (15/04).
Klaim berbeda disampaikan Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat -Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom.
Kata dia, anggota TNI yang tewas dalam kontak senjata di sana mencapai 12 orang.
Menanggapi peristiwa ini, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono memberlakukan operasi siaga tempur di Papua.
Namun, kalangan pegiat hak asasi manusia mendesak pemerintah dan TNI menghentikan operasi siaga tempur tersebut karena dikhawatirkan bakal memproduksi spiral kekerasan terhadap masyarakat sipil.
Di sisi lain, Kapuspen TNI, Julius Widjojono, memastikan operasi siaga tempur ini hanya diberlakukan di daerah rawan dan tidak ada penambahan persenjataan.
