Koperasi Desa Jadi Harapan Baru Petani untuk Tingkatkan Pendapatan

by Isabella Citra Maheswari

Kementerian Koperasi dan UKM menegaskan arah kebijakan baru untuk memperkuat ketahanan pangan.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menyampaikan bahwa seluruh koperasi desa dan perkotaan harus mengoptimalkan potensi pertanian mereka. Kebijakan ini disampaikan di Kabupaten Tangerang dan ditujukan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus menjawab tantangan ketahanan pangan nasional.

Farida menjelaskan bahwa sebagian besar kekayaan sumber daya alam berada di pedesaan. Namun, pemanfaatannya masih belum maksimal. Koperasi Merah Putih didorong untuk mengambil peran strategis dalam mengelola lahan, tenaga kerja, teknologi, dan rantai pasok.

Provinsi Banten menjadi salah satu contoh wilayah potensial. Dengan lahan strategis dan iklim yang mendukung budidaya bawang merah, wilayah ini dapat menjadi pusat produksi. Farida menambahkan bahwa produksi tidak boleh berhenti pada konsumsi lokal.

Pasokan ke daerah lain harus menjadi bagian dari strategi ekspansi.

Kebijakan ini mensyaratkan sinergi antara pemerintah daerah dan koperasi. Dukungan berupa permodalan, pelatihan, serta pendampingan teknis diwajibkan agar koperasi dapat berinovasi. Farida menekankan bahwa pembinaan pemerintah harus terintegrasi dalam program koperasi agar ketahanan pangan dapat tercapai.

Dengan langkah tersebut, Kemenkop UKM berharap tercipta pilar ketahanan pangan yang berkelanjutan. Koperasi desa diharapkan tidak sekadar menjadi lembaga ekonomi, tetapi pusat inovasi yang mendorong produktivitas pertanian di tingkat lokal.

Artikel Terkait

Leave a Comment