Jayapura – Masa remaja merupakan masa transisi dalam rentang kehidupan manusia, di mana menghubungkan masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Pada masa tersebut, umumnya remaja memiliki rasa keingintahuan yang cukup tinggi.
Hal ini tentu baik, tetapi juga sangat mengkhawatirkan jika mereka terjerumus kepada suatu hal yang negatif atau merugikan seperti penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang (narkoba).
Direktur Reskrim Narkoba (Direskrim) Polda Papua Kombes Alfian saat bincang-bincang dengan Seputarpapua mengungkapkan, angka coba pakai penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja di wilayah hukum Polda Papua cukup meningkat.
Ia menyebut per 31 Maret- 6 April 2023 ada 5 orang anak kategori pelajar SMA yang diamankan karena kasus narkoba.
“Melihat angka tersebut tentu terdengar sangat miris, remaja yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa malah sudah tercemar dengan narkoba,” ungkap Alfian di Jayapura, Kamis (6/4/2023).
Maraknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja tentu disebabkan oleh beberapa faktor pendukung. Seperti disebutkan Alfian, antaranya yaitu rasa penasaran yang tinggi atau pun trend dan lingkungan pertemanan.
“Kita tahu bahwa lingkungan pertemanan menjadi salah satu faktor pendukung yang paling tinggi seorang remaja menggunakan narkoba, mungkin banyak dari mereka yang berawal dari coba-coba karena bujukan teman dan berujung menjadi ketergantungan,” tuturnya.
“Lalu kurangnya edukasi terkait bahaya narkoba di kalangan remaja juga dapat membuat semakin meluasnya kasus penyalahgunaan narkoba,” imbuh Alfian lagi.
Menurut Alfian, pencegahan narkoba oleh Ditresnarkoba Polda Papua pun terus digalakan, mulai dari sosialisasi ke sekolah-sekolah hingga pemasangan banner atau media promosi dengan harapan angka kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja bisa berkurang.
“Kami terus kampanyekan bahaya narkoba dengan mendatangi pelajar di sekolahnya. Kita jelaskan apa itu narkoba, bahaya dan ancamamnya dari aspek hukum (sanksi),” bebernya.
Namun, alumnus Akpol 1993 ini tak memungkiri bahwa memang bukan hal yang mudah untuk secara langsung menghentikan kasus penyalahgunaan narkoba, dibutuhkan beberapa peran pendukung. Tentunya orang tua dan lingkungan tempat tinggal menjadi faktor terpenting dalam hal ini.
Orang tua dapat memberikan edukasi atau pengertian kepada anak terkait bahaya dari narkoba, dengan tujuan agar anak paham mengapa mereka harus menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba.
“Sebagai filter terakhir, orang tua juga harus dapat melakukan pengawasan terhadap lingkungan pertemanan anak, untuk meminimalisir anak bergaul dengan teman yang mungkin sudah kecanduan dengan narkoba. Jadi orang tua merupakan salah satu elemen paling penting untuk bertanggung jawab mengenai tumbuh dan berkembang anak,” tandas Alfian.

