Klaim Natuna Utara Jadi Jaminan Utang Kereta Cepat Ternyata Tidak Benar

by Isabella Citra Maheswari

Sebuah unggahan di media sosial Facebook mengeklaim bahwa mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membuat perjanjian dengan pemerintah Cina dengan menjadikan wilayah Natuna Utara sebagai jaminan utang proyek kereta cepat Whoosh.

Faktanya, informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, tidak ada bukti kredibel yang mendukung klaim tersebut. Hasil pencarian menggunakan Google dengan kata kunci “perjanjian Jokowi-China: Natuna Utara sebagai jaminan utang Whoosh” hanya menampilkan video dari kanal YouTube kompas.com berjudul “Jokowi Bungkam Saat Ditanya Utang Kereta Cepat Whoosh”, yang tayang pada 19 Oktober 2025.

Dalam video itu disebutkan bahwa Jokowi memilih bungkam saat dimintai tanggapan mengenai sikap Menteri Keuangan Purbaya yang menolak penggunaan APBN untuk membayar utang proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Mengutip cnbcindonesia.com, proyek tersebut menelan biaya hingga Rp119,79 triliun, namun belum ada keputusan final terkait penyelesaian utangnya.

Tidak ditemukan pernyataan resmi atau dokumen yang menyebutkan adanya perjanjian antara Jokowi dan Cina terkait Natuna Utara. Klaim tersebut dapat dipastikan hoaks dan tidak berdasar.

Artikel Terkait

Leave a Comment