Ketulusan TNI-Polri Membantu Warga Papua

by Laura Felicia Azzahra

nusarayaonline.id – Situasi yang aman dan damai tentunya menjadi harapan semua orang di Papua. Untuk itu, pemerintah senantiasa hadir melalui aparat TNI dan Polri demi mewujudkan kondusivitas di Papua sehingga seluruh masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan nyaman. Dengan begitu, kegiatan perekonomian dan proses pembangunan pun dapat berjalan lancar yang mana hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakatnya.

Masyarakat Papua menjadi sangat terbantu berkat kehadiran personel TNI-Polri. Sebab, tidak hanya menjaga keamanan, pasukan tersebut juga kerap berperan dalam mengatasi berbagai kesulitan yang dialami oleh masyarakat, seperti misalnya masalah kesehatan, pembangunan jalan, kebersihan lingkungan, hingga kepada sektor pertanian yang menjadi sumber pendapatan sejumlah warga di Papua.

Selain itu, TNI-Polri juga kerap menerjunkan personilnya ke sekolah-sekolah untuk mengajar murid. Bahkan, juga menjemput anak-anak ke sekolah dengan kendaraan patroli. Banyak pihak yang mengapresiasi kehadiran aparat keamanan di sektor pendidikan mengingat sulitnya medan di dataran tinggi Papua dan juga rawannya kejahatan oleh kelompok bersenjata.

Patut disayangkan sektor pendidikan turut menjadi korban dalam kebengisan Kelompok Separatis dan Teroris Papua (KSTP). Sekolah terbakar, guru trauma, dan murid-murid pun selalu diselimuti ketakutan. Padahal, apabila infrastruktur pendidikan aman, kesejahteraan guru terjamin, dan anak-anak bebas dari rasa takut, maka generasi muda di Papua pun akan lebih memiliki peran dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan juga kemajuan daerah di Papua.

Oleh karenanya, keterlibatan TNI dan Polri pada sektor pendidikan di Papua ini menjadi sangat penting guna menjamin keamanan dan keselamatan murid-murid. Sekaligus, memperlancar proses belajar-mengajar demi mendorong terciptanya generasi muda Papua yang berprestasi dan semakin berkualitas sehingga pada akhirnya akan mampu meningkatkan taraf hidup.

Pemerintah Kedepankan Pendekatan Humanis dan Komperehensif

Sejak awal, Pemerintah Indonesia memahami dan menyadari bahwa isu Papua tidak bisa hanya diselesaikan dengan pendekatan militer. Pendekatan komprehensif yang menyangkut pendidikan, kesehatan, dan pengentasan kemiskinan lebih dikedepankan pemerintah untuk menangani persoalan di Papua. Namun, tidak dipungkiri adanya dinamika yang berkembang di Papua, terlebih berulangnya serangan kelompok bersenjata yang menargetkan fasilitas umum hingga pembunuhan terhadap warga sipil bahkan yang bekerja untuk misi kemanusiaan seperti guru, dokter, dan pendeta maupun ustadz.

Dinamika tersebut tentu saja tidak bisa diabaikan. Meskipun demikian, pengerahan tentara dan polisi ke Papua bukan untuk tujuan operasi militer. Aparat keamanan yang berangkat ke Papua berkeyakinan untuk “menaruh cangkul di depan, senjata dikalungkan belakang”. Itu artinya, pendekatan kesejahteraan adalah nomor satu. Kedatangan aparat ke Papua akan mengubah situasi sulit jadi mudah, kemudian kondisi miskin menjadi sejahtera. Seluruh personel juga memiliki fungsi untuk memberikan pembelajaran dan menyalurkan bantuan kesehatan bagi warga Papua.

Di samping itu, pemerintah melalui Kemenko Polhukam bersama MPR RI telah sepakat untuk menjadikan kondisi di Tanah Papua semakin kondusif dengan memperkuat pendekatan humanis emosional melalui tokoh masyarakat. Pelibatan tokoh masyarakat tersebut akan sangat tepat untuk menjembatani sekaligus membantu mensosialisasikan berbagai program kerja yang telah dilakukan pemerintah pusat kepada masyarakat.

Kapolri Bersama Panglima TNI Resmikan Gedung Baru Polda Papua

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono meresmikan gedung baru Polda Papua di Distrik Muaratami, Koya Koso, Kota Jayapura, Papua, pada Minggu (8/1). Panglima TNI dalam kesempatan tersebut turut didampingi para kepala staf yakni Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.

Kapolri mengatakan bahwa kedatangannya bersama Panglima dan ketiga Kepala Staf TNI adalah bukti nyata sinergitas TNI-Polri makin kokoh, sekaligus sebagai bentuk kecintaan TNI dan Polri terhadap Papua. Kapolri juga mengatakan bahwa Markas Polda Papua yang baru ini dibangun pada tempat yang strategis sejalan dengan apa yang sudah direncanakan oleh Presiden Jokowi bahwa Papua harus maju seperti daerah-daerah lain di Indonesia yang mana Papua adalah surga kecil yang jatuh ke bumi.

Kapolri berpesan kepada Kapolda Papua agar pembangunan Polda Papua tidak hanya sekedar membangun gedung namun juga bagaimana ke depan harus bisa membangun kualitas pelayanan Kepolisian kepada masyarakat agar terus ditingkatkan dan harus betul-betul dilaksanakan sehingga masyarakat merasa nyaman dengan adanya fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik dan kualitas pelayanannya menjadi semakin baik.

Sementara itu, Panglima TNI Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, patut bangga karena pada moment ini membuat sejarah baru yang mana baru pertama kali ada Polda yang diresmikan oleh panglima TNI dan Kapolri bersama tiga Kepala Staf Angkatan. Hal tersebut menunjukkan betapa cintanya TNI-Polri kepada tanah dan masyarakat Papua.

__

Eri Wenda

(Ketua INSAN Papua)

Artikel Terkait

Leave a Comment