Kemkomdigi Dukung Sekolah Rakyat Bangun Interaksi dan Akses Digital untuk Siswa

by Isabella Citra Maheswari

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, menyebut metode belajar mengajar di Sekolah Rakyat mampu membangun interaksi dan hubungan baik antarsiswa.

Hal itu disampaikan Fifi saat mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 26 Makassar, Jumat (24/10). Dalam kunjungan tersebut, ia meninjau fasilitas sekolah sekaligus berinteraksi langsung dengan para siswa.

“Salah satu siswa bilang paling senang kalau bermain games dengan teman-teman. Artinya ada silaturahmi, ada interaksi yang terbangun,” ujar Fifi.

Ia menambahkan, manfaat Sekolah Rakyat dirasakan langsung oleh anak-anak yang sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan. Para siswa, kata Fifi, mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan belajar di sekolah tersebut.

Kemkomdigi, lanjutnya, berkomitmen mendukung keberlanjutan program Sekolah Rakyat terutama dalam hal konektivitas dan digitalisasi. Kolaborasi juga dilakukan dengan berbagai kementerian dan lembaga agar program ini berjalan optimal.

Fifi berharap para siswa terus semangat belajar dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

“Mari kita dukung anak-anak ini agar semangat menempuh pendidikan dan bisa meraih cita-citanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPPKS Makassar, Anna Puspasari, menjelaskan siswa di SRMA 26 Makassar berasal dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan rendah (Desil 1 dan 2). Proses seleksi dilakukan melalui survei bersama BPS, dinas sosial, dan pendamping agar tepat sasaran.

Anna menyebut, Sulawesi Selatan kini memiliki 16 Sekolah Rakyat di berbagai titik. Selain pembelajaran formal, siswa juga dibekali nilai-nilai anti perundungan dan kedisiplinan.

“Dukungan Kemkomdigi sangat besar, terutama dalam penyediaan layanan internet dan jaringan yang memadai. Kami juga terbantu dengan adanya CCTV dan fasilitas digital lain,” kata Anna.

Artikel Terkait

Leave a Comment