Kementerian Sosial Perkuat Dukungan bagi Lulusan Sekolah Rakyat untuk Masuk Dunia Kerja

by Isabella Citra Maheswari

Menteri Sosial kembali menegaskan pentingnya membuka peluang karier yang lebih luas bagi siswa lulusan Sekolah Rakyat. Ia menilai, selain pendidikan formal, dukungan berupa pelatihan, pembinaan, dan kemudahan akses ke dunia kerja menjadi faktor kunci agar para lulusan mampu bersaing di pasar tenaga kerja.

Sekolah Rakyat sendiri merupakan pendidikan alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang belum dapat mengakses pendidikan formal secara optimal. Dengan sistem belajar yang fleksibel, lembaga ini menjadi wadah penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lapisan masyarakat rentan.

“Sekolah Rakyat hadir sebagai solusi bagi anak-anak yang tidak bisa mengakses pendidikan formal. Tapi, pendidikan ini perlu dukungan program yang memadai agar hasilnya maksimal,” ujar Mensos.

Mensos mengatakan, para lulusan Sekolah Rakyat memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada pembangunan bangsa jika mendapatkan pembinaan dan akses karier yang baik setelah lulus.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Sosial telah meluncurkan program pelatihan keterampilan dan kewirausahaan. Program ini mencakup pelatihan teknis, pengembangan kewirausahaan, serta pelatihan soft skills seperti komunikasi dan kepemimpinan.

“Kami ingin memastikan lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya siap bekerja, tapi juga bisa bersaing dan berinovasi,” tegas Mensos.

Mensos menilai, keberhasilan program ini tak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Ia mengajak para pelaku usaha untuk membuka peluang magang maupun lapangan kerja bagi para lulusan Sekolah Rakyat.

“Kita harus membangun ekosistem yang mendukung, agar lulusan Sekolah Rakyat bisa mendapatkan pengalaman kerja yang nyata dan jaringan yang luas,” kata Mensos.

Menurut Mensos, para lulusan memiliki peluang karier yang beragam—baik di sektor formal, informal, wirausaha, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Namun, ia mengakui masih ada tantangan dalam pemerataan akses pendidikan dan pelatihan di seluruh Indonesia.

Meski begitu, Mensos tetap optimistis.

“Dengan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, anak-anak Indonesia, termasuk yang belajar di Sekolah Rakyat, akan memiliki kesempatan yang setara untuk meraih masa depan yang cerah,” ujarnya menutup.

Artikel Terkait

Leave a Comment