Steve Mara: Statement Mahal Presiden Prabowo dan Berdampak dalam Perdamaian Dunia
Presiden Prabowo menyatakan sikap siap akui Israel jika Palestina Merdeka, pernyataan ini disampaikan Presiden Ke-8 Indonesia saat konferensi pers yang dilakukannya bersama Presiden Prancis Emanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Selain itu, Prabowo menyampaikan Indonesia siap untuk menyumbang pasukan Perdamaian dikawasan tersebut.
Pernyataan ini kemudian menarik perhatian publik dan mengundang spekulasi masyarakat Indonesia tentang arah politik luar negeri Indonesia yang semenjak awal mendukung Palestina namun saat ini justru memberikan peluang untuk membangun hubungan diplomatik dengan Israel.
Steve Mara analis muda Papua ikut menanggapi pernyataan tersebut dengan memberikan apresiasi kepada Presiden Prabowo yang mengeluarkan statement yang power full ini. Menurutnya, Statement ini mahal dan memiliki dampak besar dalam upaya mencapai perdamaian dunia.
Two states solution yang selalu ditawarkan oleh pemerintah Indonesia dalam berbagai fora internasional adalah jalan tengah penyelesaian konflik Isreal dan Palestina yang paling komprehensif.
Konflik Israel dan Palestina ini kita kategorikan sebagai Intenational Armed Conflict yang jika tidak diselesaikan segera, akan mengundang konflik yang lebih besar bahkan perang dunia ke-3. Pernyataan Presiden Prabowo kembali menegaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Dengan kata lain, Indonesia tidak masuk dalam front manapun tetapi menjadi negara demokrasi yang hadir membawa perdamaian dunia bagi negara mana saja.
Atas nama kemanusian harusnya kita mendukung pernyataan diplomatik Presiden Prabowo karena Konflik yang telah terjadi semenjak abad-19 dan awal abad-20 ini harus menemukan titik penyelesaiannya jika tidak maka akan terus menambah jumlah korban untuk kedua pihak yang berkonflik.
Perlu kita pahami bahwa ada beberapa upaya perdamaian yang telah dilakukan untuk penyelesaian konflik Israel-Palestina, yaitu perjanjian Oslo (1993-1995) yang dilakukan oleh Israel dan otoritas Palestina untuk memberikan otonomi kepada Palestina, namun dalam pelaksanaannya perjanjian ini tidak dijalankan.
Kemudian pada tahun 2002 ada juga inisitaif yang dilakukan oleh negara-negara Arab agar Israel kembali ke perbatasan tahun 1967 dan mengakui negara Palestina. Kemudian juga ada mediasi yang dilakukan oleh PBB, Uni Eropa, Amerika Serikat, hingga negara-negara seperti Qatar dan Mesir. Namun hal itu juga belum menemukan titik terang.
Solusi Dua Negara yang selalu disampaikan oleh Pemerintah Indonesia dan kembali didukung dalam statement dengan level diplomasi tinggi yang disampaikan oleh Presiden Prabowo harus didukung agar genjatan Sentaja segera dilakukan dan pembukaan blockade kemanusian.
Presiden Prebowo menunjukan bahwa Indonesia berdiri dengan kemanusiaan dan mendukung genjata senjata, statement ini akan direnungkan oleh Israel

