
Manokowari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyebut Indeks Pembangunan Manusia (IPM) konsisten mengalami peningkatan dalam 5 tahun terakhir.
Hal itu disampaikan Plh Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Senin (6/3/2023).
“Berdasarkan data statistik, IPM Papua konsisten terus mengalami kenaikan, terhitung dari tahun 2017 hingga 2022,” katanya.
Ridwan menyebutkan, pada tahun 2017, IPM Papua berada pada angka 59,09 lalu pada tahun 2018 naik menjadi 60,6 poin.
“Selanjutnya tahun 2019, Papua memperoleh IPM sebesar 60,84 poin, dan tahun 2020 sebesar 60,44 poin,” tuturnya.
Adapun dikatakan Ridwan, pada tahun 2021 IPM Papua naik menjadi 60,62 poin dan terakhir tahun 2022 kembali mengalami peningkatan menjadi 61,39.
Angka IPM Provinsi Papua pada tahun 2022 yang mencapai 61,39 tersebut meningkat 0,77 poin yakni sebesar 1,27 persen, dibandingkan tahun sebelumnya 60,62 poin.
Terkait dengan capaian tersebut, Ridwan menyampaikan kebanggaan pihaknya atas peningkatan IPM.
“Kita sangat bangga dengan pencapaian IPM Provinsi Papua yang terus meningkat dari tahun ke tahun, capaian ini merupakan bukti nyata bahwa upaya kita untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua tidak sia-sia,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya berkomitmen agar terus bekerja keras dan memberikan yang terbaik bagi Papua, sehingga semakin banyak masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan berkelanjutan.
Sekadar diketahui, IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia dalam hal ini masyarakat atau penduduk.
IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah atau negara.
Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU).(*)
