Hoax Masa Membakar Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Timur

by Isabella Citra Maheswari

Sebuah postingan di akun X menarasikan bahwa rumah dinas Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, dibakar dan dijarah massa. Padahal, yang sebenarnya adalah ruangan Wakil Gubernur Jawa Timur yang menjadi sasaran amukan massa.

Berikut narasi dalam unggahan tersebut: “Rumah Dinas Wagub Jatim Emil Dardak dan Arumi Bachsin Dibak*r, Barang-barang juga Dijarah,” tulis narasi itu dikutip Antara, Senin (1/9).

Video juga memperlihatkan Emil Dardak sedang melihat kondisi ruangan yang telah hangus di lalap si jago merah. Dengan menggunakan pakaian lengan panjang warna putih dan celana hitam, wajah Emil terlihat menahan kesedihan.

Namun, benarkah rumah Wagub Jatim Emil Dardak dibakar dan dijarah massa?

Fakta Ruang Wakil Gubernur Jatim Dibakar

Ribuan massa pengunjuk rasa membakar sejumlah fasilitas di kompleks Gedung Negara Grahadi, Sabtu malam (30/8). Kantor Wakil Gubernur Jawa Timur, gudang, dan kantor Biro Umum Pemprov Jatim jadi sasaran amuk.

Hingga Senin (1/9) aparat TNI dan Polri memperketat penjagaan objek vital tersebut. Apalagi ada kabar demo susulan di lokasi yang sama.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa itu. Bangunan sisi barat Grahadi yang menampung ruang kerjanya serta pos media habis terbakar.

“Di tempat ini koordinasi, perumusan kebijakan, dan pelayanan masyarakat selama ini berjalan,” ujarnya dikutip Radar Surabaya (Jawa Pos Group).

Emil mengaku lebih prihatin karena fasilitas publik ikut rusak. Bahkan, ada koleksi museum di Kediri yang dijarah massa. “Kami akan bekerja intensif memulihkan situasi demi masyarakat,” katanya.

Emil juga meminta doa agar jajaran pemprov bisa kembali fokus melayani warga.

“Dengan semangat introspeksi, kami berkomitmen bekerja lebih baik ke depan,” paparnya.

Polisi Buru Pelaku

Terbakarnya sisi barat Gedung Negara Grahadi, Surabaya saat aksi demonstrasi Sabtu malam (30/8), disayangkan oleh banyak pihak.

Tidak sedikit yang menyalahkan massa dalam insiden ini.

Namun, di tengah tudingan tersebut, beredar luas di media sosial, seorang oknum beratribut ojek online, dengan sepatu necis (Adidas Terrex) dan helm fullface, yang diduga sebagai pelaku pembakaran cagar budaya. 

Menanggapi hal ini, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto mengatakan, terbakarnya gedung Grahadi terjadi karena tindakan anarkis yang dilakukan sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. 

Saat itu, oknum melemparkan bom molotov ke sisi barat Gedung Negara Grahadi, yang menyebabkan ruang kerja Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak, ruang biro protokol, biro umum dan ruang kerja awak media, terbakar.

“Atas kejadian (pembakaran Grahadi), tentunya ini ada indikasi tindakan melanggar hukum, yaitu mereka telah melakukan dengan sengaja membakar gedung tersebut,” ujar AKBP Edy di Surabaya, Senin (1/9).

Satreskrim Polrestabes Surabaya segera bertindak mengejar pelaku yang diduga sengaja membakar Gedung Grahadi. AKBP Edy menegaskan, penyelidikan telah dilakukan melalui olah TKP.

“Dengan ini kita nyatakan status quo gedung ini. Dan kita akan lanjutkan ke proses untuk ungkap peristiwa siapa pelaku yang melakukan pembakaran ini (Gedung Negara Grahadi),” imbuhnya.

Mantan Kasubdit Tipikor Polda Jatim itu menyampaikan, sejumlah pelaku pembakaran di beberapa titik sudah berhasil diamankan. “Saat ini masih dalam proses penyidikan,” tukas AKBP Eddy. 

Artikel Terkait

Leave a Comment