Sebuah video beredar di Instagram pada 19 Agustus 2025, diklaim memperlihatkan ucapan keprihatinan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, atas maraknya kasus korupsi di Indonesia.
Video tersebut menampilkan Kim tengah berpidato dengan teks terjemahan berbahasa Indonesia. Dalam narasinya, Kim disebut menyoroti pejabat yang memperkaya diri sendiri dan merampas hak rakyat.
Namun, hasil pemeriksaan fakta menunjukkan klaim itu tidak benar.
Hasil Pemeriksaan Fakta
Dilansir Tempo, video tersebut merupakan rekayasa. Melalui pencarian gambar terbalik dan perbandingan dengan sumber kredibel, diketahui rekaman asli adalah pidato Kim Jong Un pada 6 Mei 2025 tentang persiapan militer Korea Utara.
Video identik pernah diunggah kanal YouTube North Korea Now pada 13 Februari 2024 dengan judul “Kim orders military to prepare for the occupation of S. Korean territory”. Potongan yang sama juga ditayangkan kanal YouTube kantor berita Korea Selatan SBS pada 9 Februari 2024.
Dalam pidatonya, Kim Jong Un justru menegaskan Korea Selatan sebagai musuh utama dan menekankan kesiapan militer negaranya. Pernyataannya sama sekali tidak terkait dengan isu korupsi di Indonesia.
Korupsi di Indonesia Memang Marak
Meski klaim tersebut keliru, isu korupsi di Indonesia memang nyata. Tempo mencatat sejumlah mega skandal korupsi dengan nilai kerugian fantastis, di antaranya:
- Korupsi PT Timah, merugikan negara Rp 300 triliun.
- Tata kelola minyak mentah Pertamina, Rp 193,7 triliun.
- Skandal BLBI, Rp 138,4 triliun.
- Penyerobotan lahan sawit Grup Duta Palma, Rp 104,1 triliun.
- Korupsi pengolahan kondensat TPPI, Rp 35 triliun.
- Kasus dana pensiun PT Asabri, Rp 22,78 triliun.
- Izin ekspor minyak sawit mentah, Rp 20 triliun.
- Korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Rp 16,8 triliun.
- Pengadaan pesawat Garuda Indonesia, Rp 8,8 triliun.
- Proyek BTS 4G Kominfo, Rp 8,32 triliun.
Daftar tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi di Indonesia masih menjadi masalah serius yang merugikan keuangan dan perekonomian negara.
Kesimpulan
Verifikasi fakta menyatakan bahwa video yang mengklaim Kim Jong Un prihatin dengan korupsi di Indonesia adalah hoaks. Publik diimbau lebih cermat dalam menyaring informasi agar tidak mudah terjebak oleh manipulasi konten di media sosial.

