Sebuah video beredar di TikTok menampilkan narasi bahwa Indonesia telah mengirim 20 ribu pasukan ke Gaza untuk membantu perdamaian setelah kemerdekaan Palestina. Video itu bahkan menunjukkan barisan tentara yang disebut-sebut sebagai prajurit Indonesia yang sedang diberangkatkan.
Namun setelah ditelusuri, klaim tersebut tidak benar. Menurut laporan turnbackhoax.id, tidak ada bukti atau sumber kredibel yang mendukung informasi itu. Artikel resmi di situs pemerintah indonesia.go.id justru menjelaskan bahwa dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapan Indonesia untuk mengirimkan lebih dari 20 ribu pasukan perdamaian ke Gaza jika Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB memutuskan. Dengan kata lain, itu masih sebatas komitmen, bukan aksi nyata pengiriman.
Selain itu, hasil analisis menggunakan alat pendeteksi deepfake, deepfake-o-meter, menemukan bahwa video yang beredar kemungkinan besar merupakan hasil manipulasi berbasis AI dengan tingkat probabilitas hingga 99,9 persen. Artinya, video tersebut adalah hasil rekayasa digital, bukan dokumentasi asli.
Publik diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi dari sumber resmi sangat penting agar tidak ikut menyebarkan kabar bohong yang bisa menimbulkan kesalahpahaman.

