Klaim yang beredar di Facebook menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan digantikan dengan skema pembagian uang tunai. Informasi tersebut telah dipastikan tidak benar. Penelusuran dilakukan melalui situs saberhoaks.jabarprov.go.id dengan menggunakan kata kunci “Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Diganti Dengan Uang Tunai”. Hasilnya mengarah pada artikel antaranews.com yang menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) tidak pernah merencanakan skema tersebut.
Berdasarkan laporan Antara, BGN memiliki alasan kuat tidak menggunakan sistem uang tunai karena dinilai kurang efektif dan berpotensi tidak tepat sasaran. BGN menyatakan bahwa distribusi bantuan gizi dalam bentuk makanan langsung lebih terjamin kualitas dan pemanfaatannya dibandingkan pemberian uang tunai kepada orang tua.
Video yang menjadi sumber kesalahpahaman di Facebook ternyata merupakan potongan dari rekaman yang diunggah Kementerian Sekretariat Negara RI pada 19 September 2025 di kanal YouTube resmi. Dalam video lengkapnya, Menteri Sekretaris Negara hanya menyebut adanya berbagai ide dan masukan terkait penyempurnaan skema MBG. Namun, pemerintah menegaskan bahwa konsep yang diterapkan saat ini tetap menjadi pilihan karena dianggap paling tepat dan efektif untuk pemenuhan gizi anak.
Dengan demikian, klaim yang menyatakan program MBG akan diganti skema uang tunai merupakan informasi menyesatkan dan tidak memiliki dasar kebijakan resmi.

