Unggahan di Facebook mengeklaim Direktur Utama PLN, Darmawan Prasojo, menjual data konsumen kepada perusahaan Cina yang menangani pencatatan meteran listrik. Narasi tersebut juga menyebut bahwa pencatatan meteran kini sepenuhnya dilakukan teknologi asing, tanpa lagi petugas datang ke rumah pelanggan.
Faktanya, klaim tersebut tidak benar. Mengutip turnbackhoax.id, PLN memang bekerja sama dengan mitra asal Cina dalam penerapan teknologi Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau smart meter. Namun, kerja sama tersebut hanya terkait penyediaan perangkat dan sistem, bukan penjualan maupun pemberian akses data konsumen.
PLN menegaskan tidak ada bukti maupun pernyataan resmi yang menunjukkan data pelanggan diserahkan kepada pihak asing. Sistem AMI digunakan untuk meningkatkan efisiensi pencatatan penggunaan listrik, termasuk meminimalkan kesalahan manual dan mempercepat proses monitoring konsumsi.
Sepanjang penelusuran, tidak ditemukan dokumen atau informasi kredibel yang mendukung klaim penjualan data konsumen. Dengan demikian, unggahan tersebut dikategorikan sebagai informasi menyesatkan.

