Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto memiliki target menjangkau penerima manfaat seluruh pelosok negeri, termasuk wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), bertujuan terpenuhi kebutuhan gizi pelajar, mengurangi angka stunting, serta menciptakan ekosistem ekonomi – sosial lokal yang sehat.
Dalam akun instragram @fie_indonesiaemas (https://www.instagram.com/fie_indonesiaemas/), yang ketitik sasaran wilayah perbatasan, Program MBG mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, sebagai salah satu wilayah perbatasan RI – Sarawak (Malaysia) yang kini merasakan langsung manfaat program ini.
Bupati Kabupaten Bengkayang, Sebastianus Darwis, menegaskan bahwa MBG merupakan langkah nyata pemerintah mewujudkan masyarakat sehat dan cerdas.

“Kini kami melihat anak-anak sekolah mendapatkan makanan bergizi secara rutin yang langsung berdampak pada semangat belajar, kesehatan, dan daya saing mereka.” ujar Sebastianus Darwis.
Menurutnya, program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.
“Program MBG dirancang agar menciptakan efek berganda terhadap perekonomian lokal dengan melibatkan petani, nelayan, UMKM, serta membuka lapangan kerja,” tambahnya.
Bupati Sebastianus Darwis juga berharap agar program ini terus dilanjutkan demi masa depan anak-anak di perbatasan.
“Kami mendukung penuh keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Terima kasih Bapak Presiden Prabowo Subianto, telah menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Indonesia di perbatasan,” tegasnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bengkayang, Heru Pujiono, menyebutkan bahwa implementasi MBG berjalan baik dan menjadi motor penting dalam pembangunan SDM unggul menuju generasi emas 2045.
“Program MBG meningkatkan taraf dan derajat kesehatan murid-murid, utamanya bagi kami yang ada di daerah perbatasan. Program ini mendorong peserta didik yang selain sehat dan cerdas, juga memiliki karakter yang kuat, sehingga menjadi salah satu modal dasar terwujudnya sumber daya manusia Mantap Bengkayang Gemilang dan Indonesia Emas 2045,” terangnya.
Dampak positif juga dirasakan langsung di lingkungan sekolah. Thomas, Wakil Kepala SMKN 1 Bengkayang, menyampaikan bahwa tingkat konsentrasi siswa meningkat sejak program MBG dijalankan.
“Program ini tidak hanya memberi makan, tapi memberi harapan dan masa depan bagi anak-anak perbatasan. Semangat mereka belajar meningkat drastis, kesehatan anak-anak juga semakin membaik,” ucapnya.
Hal ini diamini oleh para siswanya yang mengaku lebih bertenaga dan mudah berkonsentrasi dalam belajar.
“Kami merasa lebih kuat, tidak mudah sakit, dan jadi lebih semangat mengikuti pelajaran,” pungkas mereka.
Tak hanya itu, program MBG juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM lokal. Salah satu penyedia bahan pangan MBG, Dionesia Didi, mengungkapkan rasa syukurnya karena program ini mendorong perputaran ekonomi lokal.
“Program ini benar-benar nyata dirasakan dampak positifnya oleh kami di daerah perbatasan. Bukan hanya memberikan makanan sehat dan bergizi, tapi juga membuka peluang usaha bagi pelaku ekonomi lokal seperti kami. Bahkan, kami bisa membuka lapangan kerja baru,” ujar Dionesia.
Forum Indonesia menyatakan komitmen untuk terus mendukung dan menyuarakan keberlanjutan program MBG hingga ke wilayah 3T. Pasalnya, ketika negara hadir di tapal batas, harapan bisa tumbuh, ekonomi bisa bangkit, dan masa depan yang lebih baik bisa diraih. Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah, MBG bukan hanya sekadar program bantuan makanan, tetapi sebuah langkah strategis mewujudkan generasi emas Indonesia di seluruh wilayah Indonesia.
