Danantara Indonesia dan USDFC Perkuat Komitmen Pendanaan Berkelanjutan

by Isabella Citra Maheswari

Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Indonesia bersama dengan U.S. International Development Finance Corporation (USDFC) berkomitmen untuk memperkuat peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani bertemu dengan Chief of Staff and Head of Investments USDFC Conor Coleman dalam audiensi di Kedutaan Besar RI di Washington D.C, Amerika Serikat (AS).

Pertemuan keduanya membahas mengenai peluang pendanaan berkelanjutan bagi proyek-proyek prioritas Indonesia, khususnya di sektor transisi energi dan transformasi digital, sebagaimana keterangan resmi dikutip di Jakarta, Rabu.

Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem investasi yang mendukung transformasi sektor energi dan digital.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong akses Indonesia terhadap mekanisme pendanaan internasional yang berbasis dampak, sekaligus mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Diskusi yang berlangsung dalam suasana konstruktif ini mendapat sambutan positif dari USDFC, yang menilai Indonesia sebagai mitra strategis dalam mendorong investasi berorientasi keberlanjutan.

“Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau dan digital. Kemitraan yang solid akan membuka peluang lebih luas bagi skema pembiayaan inovatif yang memiliki dampak langsung bagi pembangunan berkelanjutan,” ujar Coleman.

Sebelumnya, pada 5 Mei 2025, Chief of Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia Pandu Sjahrir telah bertemu dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan mantan Menkeu AS Steven Mnuchin di sela-sela agenda Milken Institute Global Conference di Los Angeles, AS.

Kedua tokoh ekonomi AS itu meyakini hubungan Indonesia dan AS bisa semakin diperkuat dengan peningkatan investasi di berbagai sektor.

Adapun, sektor-sektor strategis yang diyakini bisa menjadi bagian penting dalam hubungan bilateral kedua negara ke depan, diantaranya sektor ketahanan energi, energy upstream dan refinery, serta infrastruktur digital.

Artikel Terkait

Leave a Comment