Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) resmi mengumumkan rencana pengembangan proyek Waste to Energy (WTE) atau sampah menjadi energi melalui program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas 1.000 ton per hari.
Managing Director Investment BPI Danantara, Stefanus Ade Hadiwidjaja, menjelaskan bahwa investasi untuk satu proyek PSEL diperkirakan mencapai Rp 2–3 triliun, mencakup juga infrastruktur pendukung. “Danantara akan berperan dalam pemilihan mitra strategis dan teknologi yang tepat untuk memastikan keberhasilan proyek ini,” ujar Stefanus.
Proyek ini terbuka bagi investor swasta untuk berkolaborasi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Teknologi yang digunakan, seperti incinerator, diharapkan mampu mengurangi timbunan sampah dan menghasilkan energi listrik yang akan dibeli langsung oleh PT PLN (Persero).
Peluncuran pertama proyek WTE Danantara direncanakan pada akhir Oktober 2025, menandai langkah strategis Danantara dalam mendukung transisi energi bersih dan ekonomi hijau di Indonesia.

