Danantara Dorong Konsolidasi Struktural BUMN Lewat Langkah Strategis

by Isabella Citra Maheswari

Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih menyoroti keberadaan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai solusi nyata terhadap fragmentasi struktural yang selama ini menghalang Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Dulu, kita sering mengalami lost opportunity lantaran birokrasi anggaran, tapi dengan hadirnya Danantara sebagai superholding, ini menjadi solusi nyata terhadap fragmentasi struktural yang selama ini menghalang BUMN,” kata Demer, sapaan karibnya, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal ini disampaikan dalam rapat kerja Komisi VI DPR Ri berbareng Menteri BUMN, Wakil Menteri BUMN, serta jejeran Direksi Danantara, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Dia pun menilai kehadiran Danantara sebagai langkah strategis yang mampu menyatukan beragam entitas BUMN dalam satu kerangka finansial yang lebih terkonsolidasi.

Menurut dia, model pengelolaan finansial yang sebelumnya tersentral pada dua pintu, ialah anggaran murni dan anggaran, acapkali menimbulkan kehilangan kesempatan ekonomi, lantaran tidak sinkronnya waktu eksekusi dan kebutuhan upaya lapangan.

Dia menegaskan bahwa peran BUMN semestinya tidak semata-mata sebagai penyetor dividen bagi negara, tetapi lebih krusial sebagai agent of development yang memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan semestinya tercermin dari meningkatnya penerimaan pajak akibat aktivitas ekonomi yang tumbuh, bukan dari dividen yang dipaksakan.

“Dividen itu bukan yang terpenting, yang utama adalah gimana BUMN menjadi motor pembangunan. Kalau ekonomi tumbuh, pajaknya bakal tinggi, dan di situlah kekuatan APBN kita,” katanya.

Dia menyinggung pula perlunya pertimbangan menyeluruh terhadap efisiensi dan kompetitifnya aset-aset BUMN, termasuk dalam perihal tarif dan benchmarking internasional. Misalnya, dugaan nilai sewa info center milik BUMN yang mencapai tiga kali lipat dari swasta.

“Tolong benchmark kita diperkuat. Jangan sampai kita punya prasarana komplit tapi menyerahefisien dari swasta,” ujarnya.

Dia pun optimistis terhadap masa depan BUMN, khususnya di bawah komando Menteri BUMN Erick Thohir dan CEO Danantara Rosan Roeslani, dalam merampingkan anak-cucu perusahaan BUMN menjadi sinyal kuat reformasi yang bakal terus berlanjut.

Dia menilai apa yang telah dilakukan Kementerian BUMN dengan Danantara sejauh ini apalagi telah melampaui ekspektasi awalnya dan perkembangan BUMN hari ini menunjukkan petunjuk perubahan yang konstruktif dan menjanjikan bagi perekonomian nasional.

Artikel Terkait

Leave a Comment