Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur sebagai daya tarik investor global untuk masuk ke Indonesia melalui sektor kesehatan dan pariwisata.
Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, mengatakan bahwa KEK Sanur yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 25 Juni 2025 lalu merupakan aset strategis, khususnya di sektor pariwisata dan kesehatan.
Maka dari itu, KEK Sanur akan dikelola secara optimal untuk mendukung pertumbuhan investasi maupun perekonomian nasional.
“Kami memastikan aset-aset ini dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan investasi. Melalui KEK Sanur, kami melihat potensi besar untuk menarik investor global di dua industri besar yang menjadi motor penggerak ekonomi nasional, yakni sektor kesehatan dan sektor pariwisata,” ujar Rosan dalam keterangannya, dikutip Rabu (9/7/2025).
Di Asia Tenggara, pariwisata kesehatan merupakan industri yang memiliki potensi nilai hingga Rp 800 triliun per tahun.
Angka ini diperkirakan terus tumbuh lebih dari 12 persen setiap tahun.
Dengan adanya KEK Sanur yang menjadi KEK kesehatan pertama di Indonesia dan terdapat Bali International Hospital (BIH), diperkirakan pada 2030 sekitar 4-8 persen penduduk Indonesia yang sebelumnya berobat ke luar negeri dapat berobat di KEK Sanur.
Kontribusi KEK Sanur diperkirakan dapat menahan laju devisa yang ke luar mencapai Rp 86 triliun, serta menambah devisa ke Indonesia sebesar Rp 19 triliun.
KEK Sanur dibangun di atas lahan seluas 41,26 hektar, yang khusus dikembangkan sebagai health and wellness destination di Indonesia dengan dilengkapi oleh fasilitas kesehatan dan pariwisata yang terintegrasi.
Seperti adanya Bali International Hospital yang berkapasitas hingga 240.000 pasien dan dilengkapi berbagai klinik internasional dengan Center of Excellence yang meliputi CONGO (Cardiology, Oncology, Neurology, Gastroenterology, Orthopedics), Stem Cell, Aesthetic Surgery, Fertility Treatments, Eye Specialists, dan Geriatric.
Selain itu, di kawasan ini terdapat juga berbagai klinik dengan merek ternama di dunia, di antaranya Alster Lake Clinic, klinik terapi sel asal Jerman yang berfokus pada healthy aging dan self regeneration.
KEK Sanur juga dilengkapi dengan akomodasi hotel fasilitas bintang 5, yakni The Meru Sanur dan Bali Beach Hotel, yang merupakan hotel tertinggi di Bali dengan 10 lantai dan 274 kamar, serta terdapat Convention Center berstandar internasional yang mampu menampung 5.000 pax.
Kemudian terdapat pula ethnobotanical garden seluas 4 hektar sebagai paru-paru kawasan, infrastruktur dasar seperti ground water tank, waste treatment plant, TPS, dan power house, command center, area komersial, serta Sentra UMKM Sanur sebagai rumah bagi para pelaku UMKM Sanur.
Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan pentingnya menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi dalam negeri.
Hal ini mengingat besarnya minat masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan berstandar internasional.

