Dalam menyikapi persoalan ini ada satu hal yang masyarakat harus pahami bahwa pemerintah tidak serta merta menaikkan harga BBM bersubsidi tanpa pertimbangan yang matang dan solusi yang kongkrit. Efek kenaikan harga BBM pada kehidupan rill masyarakat tentu sangat wajar, karena BBM merupakan alat pertahanan ekonomi yang vital bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dampak yang langsung dirasakan oleh masyarakat adalah naiknya harga kebutuhan hidup, seperti sembako. Pemerintah tentunya tidak menginginkan juga adanya kenaikan harga BBM bersubsidi jika tidak ada kenaikan harga minyak bumi di dunia.
Kebijakan kenaikan harga BBM bersubidi tentunya menjadi salah satu opsi terbaik dari beberapa opsi untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia. Hal inilah yang belum dipahami sepenuhnya oleh sebagian masyarakat, terutama sekelompok mahasiswa yang menentang keras kenaikan harga BBM bersubsidi dengan berbagai aksi demonstrasinya. Bahkan aksi tersebut di beberapa tempat sampai merusak fasilitas umum.
Tindakan-tindakan anarkis dari aksi seperti itu tentu ini sangat disayangkan, mengingat tugas mahasiswa sebagai pemuda harapan bangsa dapat memberikan contoh yang baik, serta menjaga fasilitas umum yang dibagun oleh negara.
Simpati publik pun lambat laun lantas menurun melihat tingkah mahasiswa yang sebagian tak memakai etika dalam menyampaikan aspirasinya, membuat kerusuhan dan menggunakan bahasa tidak sopan, bahkan sampai menutup akses jalan raya yang menghambat laju kendaraan masyarakat umum yang dilalui oleh masyarakat untuk bekerja.
*) Ahmad Rifqi (Mahasiswa S2 UIN Padang Sumatera Barat/Ketua Forum Mahasiswa Kerinci

