Ajakan Demo Tanpa Identitas, Bentuk Disinformasi yang Harus Diwaspadai

by Isabella Citra Maheswari

Masyarakat diminta kritis dan mewaspadai konten ajakan berdemonstrasi di internet tanpa identitas kelompok aksi yang memprakarsai.

“Seluruh elemen kelompok masyarakat sipil harus punya literasi yang kuat untuk tidak mudah termakan arus literasi yang yang sifatnya sangat disinformatif,” kata Muhammad Iqbal, doktor ilmu komunikasi politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (8/9/2025).

Konten ajakan berunjuk rasa tanpa identitas kelompok aksi yang memprakarsai dan bertanggung jawab, menurut Iqbal, bisa disebut hanya slentingan dan berpotensi menyesarkan. “Ini bisa dikategorikan rumor politik. Masyarakat yang cerdas tentu tidak mungkin mudah termakan rumor,” kata Iqbal.

Menurut Iqbal, semua peserta aksi harus saling mengingatkan untuk tidak mudah termakan rumor dan agenda politik di luar yang sudah disepakati bersama dalam sebuah aksi unjuk rasa. “Dengan sendirinya harus saling jaga agar jangan sampai larut,” katanya.

Lebih jauh, Iqbal menyarankan, gerakan aksi yang murni memperjuangkan aspirasi masyarakat hendaknya melawan konten disinformatif dengan konten tandingan. Pembuatan konten tandingan merupakan bagian dari edukasi dan literasi politik. 

“Kalau perlu membuat konten yang berisi anjuran ‘jangan ikuti aksi ini, jangan mengikuti flyer ini’, dengan alasan yang logis,” kata Iqbal.

Narasi tandingan yang rasional terhadap konten-konten provokatif tanpa identitas diyakini Iqbal akan mudah menarik perhatian generasi muda yang cenderung kritis dan rasional. Ia menegaskan perlunya masyarakat sipil untuk tetap melakukan konsolidasi satu komando. “Komandonya adalah komando keadilan, komando penegakan konstitusi,” katanya.

Artikel Terkait

Leave a Comment